Zuhal Demirci
27 Maret 2023•Update: 04 April 2023
LONDON
Klub Liga Premier Inggris Chelsea pada Minggu menjamu komunitas Muslim di Inggris dalam acara Iftar Bersama pertama mereka di stadion Stamford Bridge.
Ratusan orang berkumpul di lapangan London Barat untuk berbuka puasa. Acara ini diselenggarakan atas kerja sama antara Chelsea Foundation dan Ramadan Tent Project, sebuah badan amal pemenang penghargaan yang didirikan pada 2013.
Iftar Bersama di ruangan terbuka, yang pertama dilakukan oleh klub dan stadion Liga Premier, dimulai dengan ceramah singkat, diikuti dengan doa oleh Imam Safwaan Hussein dari Masjid Battersea.
Pemimpin Chelsea Foundation Simon Taylor, Direktur Dewan yayasan Lord Daniel Finkelstein, Direktur Islamic Relief Inggris Tufail Hussain, dan Dowshan Humzah, anggota dewan penasehat Proyek Tenda Ramadan termasuk di antara para peserta.
Paul Canoville, yang merupakan pemain kulit hitam pertama yang bermain untuk Chelsea, juga hadir dalam acara tersebut.
Berbicara kepada Anadolu, Omar Salha, pendiri Ramadan Tent Project, mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk menyatukan orang dan membuat mereka lebih memahami tentang bulan suci Ramadan.
"Sepak bola menyatukan orang, tetapi Ramadan juga menyatukan orang-orang dan acara Iftar mengubah orang asing menjadi teman," tutur Salha, sambil menambahkan bahwa orang dari berbagai usia dan agama bertemu pada acara itu.
Proyek ini juga menyelenggarakan pertemuan buka puasa lainnya di Museum Victoria dan Albert yang terkenal di London pada hari Jumat, yang dihadiri oleh lebih dari 400 orang.
Penyelenggara mengucapkan terima kasih kepada semua yang menghadiri acara tersebut, dengan mengatakan, "Kami sangat senang membuat sejarah dengan mengadakan acara ini di lapangan Chelsea. Terima kasih kepada semua yang hadir, pembicara kami, sponsor dan relawan pekerja keras yang menjadikan buka puasa ini bersejarah."