Muhammad Abdullah Azzam
07 Desember 2018•Update: 08 Desember 2018
Gökhan Kavak
ABUJA
Nigeria mengalami kesulitan dalam melakukan pencatatan anak-anak yang baru lahir.
Musa Rashid, kepala dinas catatan sipil provinsi Bauchi, Nigeria, menyatakan bahwa hanya 30 persen wanita hamil yang mengunjungi pusat kesehatan untuk mengontrol kesehatan dan mendaftarkan bayi mereka.
Rashid mengatakan bayi yang tak terdaftar di catatan sipil sebagian besar lahir di daerah pedesaan.
Menurut dia, kondisi ini terjadi karena masyarakat masih belum memiliki kesadaran untuk membuat pencatatan kelahiran.
Rashid mengatakan pemerintah akan berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat catatan kelahiran agar mendaftarkan anak-anak mereka ke Dinas Pencatatan Sipil.
Selama proses itu, Nigeria akan bekerja sama badan PBB untuk anak-anak atau UNICEF.
Nigeria yang memiliki populasi sekitar 200 juta, menjadi negara terpadat ketujuh di dunia dan menjadi yang terpadat di Afrika.