Maria Elisa Hospita
11 Mei 2020•Update: 14 Mei 2020
Dilara Hamit, Cagatay Zontur
ANKARA
Seiring meningkatnya pemakaian masker dan sarung tangan medis karena pandemi virus korona, banyak yang bertanya-tanya ke mana limbah medis ini berada begitu masuk ke tempat sampah.
Gulay Kilic, seorang spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Medicana International di Ankara, Turki mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa semua limbah medis diperlakukan sama seperti lainnya.
"Dokter menganggap setiap peralatan yang bersentuhan dengan cairan tubuh selama operasi sebagai limbah medis. Tidak ada perubahan teknis dalam pemrosesan dan pembuangan limbah dari pasien Covid-19," jelas dia.
Karena Covid-19 adalah virus baru yang tak banyak diketahui, maka peralatan medis yang digunakan lebih banyak.
Selain itu, tidak semua produk medis yang digunakan oleh masyarakat adalah limbah medis.
Ada banyak jenis limbah, di antaranya limbah medis, limbah berbahaya, limbah domestik, dan limbah daur ulang.
"Limbah medis, berbahaya, dan infeksi terbatas pada lembaga kesehatan. Dengan kata lain, limbah dari lembaga kesehatan didefinisikan sebagai limbah medis," papar Kilic.
Di Turki, Kementerian Lingkungan dan Kota bertugas mengendalikan limbah-limbah, sementara lembaga kesehatan bertanggung jawab untuk mengumpulkannya.
"Petugas dari setiap kotamadya bertanggung jawab untuk mengangkut, mensterilkan, membuang, atau memproses limbah," kata dia lagi.
Menurut dokter itu, hanya peralatan rumah sakit yang dibuang yang dikategorikan sebagai limbah medis karena lebih mungkin terpapar virus setelah digunakan oleh pasien positif Covid-19 atau penyakit menular lainnya.
Tidak ada peningkatan limbah medis
Banyak orang menduga jumlah limbah medis meningkat pesat karena hampir semua orang memakai masker, tetapi Kilic menegaskan bahwa ini adalah kesalahpahaman.
Sebuah pertemuan antara pejabat rumah sakit yang bertanggung jawab atas limbah medis mengatakan tidak ada peningkatan limbah medis.
"Operasi bedah, rawat inap pasien, klinik rawat jalan, dan prosedur medis lainnya telah ditangguhkan kecuali benar-benar diperlukan. Jadi, kecuali rumah sakit berurusan dengan pasien Covid-19 secara intens, jumlah limbah medis akan tidak akan berubah drastis," ujar dokter.
Kilic menekankan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), Kementerian Kesehatan Turki, dan otoritas kesehatan lainnya telah menyatakan bahwa kontaminasi dari limbah tidak menimbulkan risiko serius.
Pihak berwenang telah mengamanatkan bahwa pengumpulan limbah ini harus dilakukan lebih hati-hati dan sering.
"Bahkan, dalam skenario terbaik, jika pandemi sudah berlalu, virus korona akan tetap ada seperti flu musiman," kata dia.
"Mari kita tetap menjaga jarak sosial, rajin mencuci tangan, dan tidak meninggalkan rumah kecuali untuk kepentingan darurat. Mari kita gunakan dan buang peralatan medis dengan benar," imbuh Kilic.
Di bawah peraturan Kementerian Lingkungan dan Kota, limbah medis terdiri dari limbah patologis dan infeksi, benda tajam, limbah radioaktif yang mengancam kesehatan manusia dan lingkungan, dan limbah rumah tangga yang diproduksi di pusat-pusat kesehatan.
Limbah medis adalah jenis limbah berisiko tinggi, sehingga setelah dikumpulkan dan dibawa ke fasilitas pembuangan, akan disterilkan di bawah tekanan tinggi dan oven panas yang dirancang khusus.
Limbah itu kemudian dihancurkan, lalu diangkut ke tempat pembuangan sampah saniter.