Michael Gabriel Hernandez
13 Juli 2021•Update: 13 Juli 2021
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) pada Senin mengumumkan bahwa pihaknya mengirim delegasi pejabat tinggi ke Haiti setelah otoritas di sana meminta pengiriman pasukan Amerika ke negara Karibia itu untuk membantu menstabilkan negara itu setelah presidennya dibunuh.
Delegasi antarlembaga terdiri dari perwakilan dari Departemen Kehakiman, Departemen Keamanan Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri, dan Dewan Keamanan Nasional, kata juru bicara dewan Emily Horne dalam sebuah pernyataan.
Delegasi tersebut bertemu dengan pejabat pemerintah Haiti, termasuk Penjabat Perdana Menteri Claude Joseph dan Perdana Menteri yang Ditunjuk Ariel Henry, serta Polisi Nasional Haiti pada Minggu, kata Horne.
Polisi nasional memimpin penyelidikan atas pembunuhan 7 Juli terhadap mantan Presiden Haiti Jovenel Moise.
Pertemuan dengan Joseph, Henry dan Presiden Senat Joseph Lambert, bertujuan "untuk mendorong dialog terbuka dan konstruktif untuk mencapai kesepakatan politik yang dapat memungkinkan negara untuk mengadakan pemilihan umum yang bebas dan adil," kata Horne.
"Dalam semua pertemuan delegasi berkomitmen untuk mendukung pemerintah Haiti untuk mencari keadilan dalam kasus ini dan menegaskan dukungan AS untuk rakyat Haiti di masa yang penuh tantangan ini," tambah dia.
Pembunuhan Moise telah menyebabkan kekosongan kekuasaan kritis di Haiti ketika para pejabat berebut untuk membentuk rencana suksesi di tengah kerusuhan sipil dan kekerasan.
Polisi Haiti telah menangkap sedikitnya 19 tersangka, termasuk 17 orang Kolombia dan dua orang Amerika-Haiti, terkait dengan pembunuhan Moise.
Moise, 53, menjabat pada 2017 setelah pemilihan yang diperebutkan. Setelah dia gagal menyelenggarakan pemilihan legislatif, oposisi menuntut dia mundur.
Sehari sebelum kematiannya, Moise menunjuk perdana menteri baru, yang akan menjabat.
Haiti dijadwalkan mengadakan pemilihan presiden dan legislatif pada 26 September.