Servet Gunerigok
18 Maret 2022•Update: 19 Maret 2022
WASHINGTON
Satu hari setelah menyebut Preside Rusia Vladimir Putin sebagai "penjahat perang”, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Kamis mengungkapkan bahwa "kebrutalan" Putin di Ukraina sebagai tindakan "tak manusiawi".
Berbicara di awal pertemuan virtual dengan Perdana Menteri Irlandia Michael Martin dari Kantor Oval, Biden mengatakan kedua pemimpin "bertemu pada saat di mana tuntutan persatuan di dunia benar-benar dipercepat."
“Kebrutalan Putin, dan apa yang dia lakukan, dan apa yang dilakukan pasukannya di Ukraina, sangat tidak manusiawi,” kata Biden, merujuk pada serangan militer tiga minggu di Kyiv.
Biden juga memuji dukungan Irlandia untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia.
Pertemuan kedua pemimpin itu direncanakan secara tatap muka, namun tidak jadi karena Martin dinyatakan positif terkena virus korona pada Rabu.
Rusia memulai perangnya melawan Ukraina pada 24 Februari. Hal itu menuai kecaman internasional, menyebabkan sanksi keuangan dan kontrol ekspor di Moskow dan mendorong penarikan perusahaan global dari Rusia.
Setidaknya 780 warga sipil telah tewas dan 1.252 terluka di Ukraina sejak awal perang, menurut PBB, yang menekankan bahwa jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.
Lebih dari 3,2 juta orang juga telah melarikan diri ke negara-negara tetangga, menurut laporan PBB.