Muhammad Abdullah Azzam
31 Mei 2019•Update: 03 Juni 2019
Mazin Majeed Asaad Baqal
KIRKUK
Terjadi enam serangan bom berturut-turut di berbagai titik di kota Kirkuk, Irak yang menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 15 lainnya.
Kepada koresponden Anadolu Agency, Komandan Operasi Kirkuk Letnan Jenderal Saad Harbiyah mengatakan militan Daesh melancarkan serangan balasan terhadap operasi yang diluncurkan pasukan Irak di selatan kota tersebut.
Pasukan keamanan memulai operasi skala besar di selatan Kirkuk tiga hari lalu, ungkap Harbiyah.
''Daesh ingin balas dendam terhadap warga sipil di pusat kota,'' lanjut dia.
Harbiyah mengungkapkan pihaknya tak mengira Daesh akan melakukan serangan itu di tengah kota.
Daesh menargetkan warga sipil dengan menaruh bom di tong sampah dan pinggir jalan.
Pihak keamanan akan mengambil tindakan antisipasi keamanan serius untuk menghindari serangan yang sama hingga lebaran mendatang.
Pada Desember 2017 lalu, mantan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi berkata, "pemerintah sepenuhnya telah mengambil alih Mosul dari tangan Daesh setelah tiga tahun diserang."
Pada saat yang sama, pemerintah di Baghdad menyatakan Daesh di Irak telah berhasil ditumpas melalui operasi yang didukung oleh aliansi internasional pimpinan Amerika Serikat.
Namun, dari waktu ke waktu, pejabat Irak mengumumkan diadakannya operasi melawan "sel-sel tidur" Daesh yang masih bertahan di beberapa bagian di Irak.