James Tasamba
18 Mei 2022•Update: 19 Mei 2022
KIGALI, Rwanda
Hampir 100 warga sipil tewas dalam serangkaian serangan di provinsi Ituri di Republik Demokratik Kongo sejak awal pekan lalu, kata PBB pada Selasa.
"Yang tewas termasuk wanita dan anak-anak," ungkap Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dalam jumpa pers.
Lebih dari 500 warga sipil telah tewas sejak awal tahun, katanya.
Setidaknya 12 serangan menargetkan sekolah dan rumah sakit.
Dalam serangan terbaru yang dikaitkan dengan kelompok pemberontak Pasukan Demokrat Sekutu (ADF), 20 warga sipil tewas pada 11 Mei di wilayah Irumu di provinsi Ituri, kata pihak berwenang setempat.
Dua puluh lima warga sipil juga disandera.
Pekerja kemanusiaan PBB di DR Kongo telah menyuarakan keprihatinan setelah serangkaian serangan mematikan terutama di kamp-kamp pengungsi, yang melanggar hukum humaniter internasional.
Menurut Dujarric, serangan dalam sebulan terakhir membuat lebih dari 165.000 orang mengungsi di wilayah Djugu Ituri.
Ketidakamanan telah mempengaruhi akses kemanusiaan, membatasi pergerakan tim kemanusiaan dan menunda distribusi bantuan.