LONDON
Ada alasan kuat untuk khawatir bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin "berkomitmen untuk invasi" ke Ukraina, kata Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace pada Senin.
“Dalam 48 jam terakhir, perkembangan bertentangan dengan jaminan Kremlin, kami telah melihat peningkatan terus-menerus dalam jumlah pasukan dan perubahan posisi pasukan yang bergerak dari area awal ke lokasi peluncuran potensial. Semua indikator menunjukkan peningkatan jumlah dan kesiapan pasukan Rusia,” kata Menhan Wallace kepada anggota parlemen.
“Melengkapi penumpukan pasukan ini telah menjadi proliferasi yang produktif dari operasi bendera palsu, aksi propaganda, dan outlet berita Rusia yang membawa tuduhan fiktif. Ini bukan tindakan pemerintah Rusia yang memenuhi deklarasi berulang bahwa mereka tidak berniat menyerang Ukraina,” tutur dia.
“Faktanya, kita telah melihat selama beberapa minggu terakhir, proposal Rusia diimplementasikan dengan cara yang menimbulkan kekhawatiran kuat bahwa Presiden Putin masih berkomitmen untuk melakukan invasi,” sebut Wallace.
'Rusia akan tanggung konsekuensi’
Wallace mengatakan dia yakin Putin “dalam bahaya menempatkan dirinya pada jalur peristiwa tragis yang mengarah pada krisis kemanusiaan, ketidakstabilan, dan penderitaan yang meluas, tidak hanya bagi Ukraina tetapi juga bagi orang-orang Rusia.”
“Ada banyak tindakan yang dapat kami ambil, kami merencanakan serangkaian sanksi yang serius,” lanjut dia.
"Intimidasi dan agresi tidak boleh dihargai," kata Wallace.
"Pemerintah mendesak Presiden Putin, demi rakyatnya sendiri, bahkan pada jam ini, untuk mengesampingkan invasi ke Ukraina dan berkomitmen kembali pada proses diplomatik."
Dia mengatakan bahwa jika Inggris tidak dapat mempercayai kata-kata Rusia maka “itu adalah tempat yang sangat berbahaya di Eropa.”
"Kami berharap Putin akan mundur dari invasi, tetapi kami harus bersiap untuk kejadian yang tidak dia lakukan," kata Wallace.
Dia memperingatkan bahwa Inggris siap meluncurkan serangan siber ke Rusia jika mereka menargetkan jaringan siber Inggris setelah invasi.
“Saya seorang tentara – saya selalu diajari bahwa bagian terbaik dari pertahanan adalah menyerang,” tutur dia.
Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya menuduh Rusia mengumpulkan hampir 150.000 tentara di sepanjang perbatasan Ukraina dalam persiapan untuk invasi yang akan segera terjadi.
Moskow telah berulang kali membantah rencana untuk menyerang Ukraina dan sebaliknya menuduh negara-negara Barat merusak keamanan Rusia melalui ekspansi NATO ke perbatasannya.