Maria Elisa Hospita
07 September 2018•Update: 08 September 2018
Haydar Karaalp
BASRA, Irak
Sekelompok demonstran membakar gedung stasiun televisi nasional dan beberapa gedung partai politik di kota Basra, Irak selatan yang kaya minyak, pada Kamis.
Mereka membakar beberapa gedung perkantoran yang digunakan oleh Asa'ib Ahl al-Haq yang mendukung milisi Syiah pro-Iran, Dewan Tertinggi Islam, dan Gerakan Kebijaksanaan Nasional pimpinan Ammar al-Hakim.
Selain itu, kantor Partai Dawa pimpinan Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi juga habis terbakar.
Sebelumnya, pada Rabu, gedung pemerintahan kota dibakar oleh demonstran. Video rekaman insiden itu kemudian tersebar di media sosial.
Sejak 9 Juli, aksi protes telah berlangsung di Basra dan provinsi-provinsi lain di daerah selatan dan tengah Irak, yang telah menyebar sampai ke ibu kota, Baghdad.
Mereka memprotes tingkat pengangguran yang tinggi, layanan publik yang buruk, dan praktik korupsi di Basra.
Sekitar 80 persen dari keseluruhan ekspor minyak mentah Irak berasal dari ladang minyak di provinsi Basra.
Selama bertahun-tahun, warga kecewa karena sektor energi domestik mempekerjakan warga negara asing, bukan penduduk setempat.
Mereka juga mengeluhkan listrik yang kerap mati di tengah musim panas dengan suhu mencapai 50 derajat Celsius (122 F).