Hayati Nupus
03 Juni 2019•Update: 07 Juni 2019
Muhammet Kursun
TEHERAN
Iran pada Minggu mengesampingkan pembicaraan dengan Washington, kecuali jika itu akan mengubah perilaku umum, setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Washington siap bernegosiasi dengan Iran "tanpa prasyarat".
"Republik Islam Iran mengabaikan permainan kata dan penggunaan bahasa baru untuk mengekspresikan tujuan rahasia," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi dalam sebuah pernyataan.
Mousavi juga mengatakan "Perubahan perilaku umum dan tindakan AS mengenai negara Iran adalah kriteria" yang diperlukan untuk setiap pembicaraan.
Mengkritik Washington yang terus menekan Iran, dia mengatakan itu menandakan kelanjutan “perilaku salah yang sama dan harus diperbaiki.”
Pada 29 Mei, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan: "Pintu negosiasi tidak ditutup asalkan AS mencabut sanksi dan memenuhi komitmennya."
Pompeo menanggapi Rouhani dengan mengatakan bahwa AS siap bernegosiasi dengan Iran "tanpa prasyarat", ketika dia berada di Swiss dalam tur empat negara Eropa.
Ketegangan antara AS dan Iran terus meningkat sejak 2017, ketika Presiden AS Donald Trump menarik negaranya dari perjanjian nuklir penting antara Teheran dan kelompok negara-negara P5 +1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman).
Sejak itu, pemerintahan Trump juga menjatuhkan sanksi pada perbankan dan sektor energi Iran, sementara Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz yang strategis bagi pengiriman minyak AS.
*Ditulis oleh Gozde Bayar