Pızaro Gozalı Idrus
08 Januari 2020•Update: 08 Januari 2020
Erdogan Cagatay Zontur, Servet Gunerigok
ANKARA
Garda Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pada Rabu telah menargetkan pangkalan udara Ain al-Asad di Irak, fasilitas yang dioperasikan bersama pasukan AS dan Irak, dengan "puluhan rudal".
"Dalam Operasi Martir Soleimani pada Rabu dini hari, puluhan rudal ditembakkan ke pangkalan AS dan berhasil menghantam Pangkalan Ain al-Asad," kata IRGC dalam pernyataan resminya.
Penembakan ini "hanyalah permulaan dari serangkaian serangan balas dendam tanpa batas waktu," kata dia.
"Kami memperingatkan semua negara sekutu AS jika serangan dilancarkan dari pangkalan negara mereka ke Iran, mereka akan menjadi sasaran pembalasan militer," tambah IRGC.
Gelombang kedua serangan rudal terhadap pasukan Amerika di Irak telah dimulai, tulis Kantor Berita Iran.
Kantor berita Iran Fars menyebut tembakan rudal di pangkalan udara Ain al-Asad sebagai "aksi balas dendam"
Pentagon mengkonfirmasi serangan terjadi sekitar pukul 5:30 malam pada Selasa, dengan lebih dari selusin rudal balistik untuk melawan militer AS dan pasukan koalisi di Irak.
"Jelas rudal ini diluncurkan dari Iran dan menargetkan setidaknya dua pangkalan militer Irak yang menjadi basis personel militer dan koalisi AS di Al-Asad dan Irbil," kata juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman dalam pernyataannya.
Pentagon sedang memeriksa dampak kerusakan di pertempuran awal ini.
Tidak ada laporan korban sejauh ini.
Militer AS mengkonfirmasi enam rudal telah berdampak pada basis AS di Irak.
Sekretaris Pers Gedung Putih Stephanie Grisham mengatakan: "Kami mengetahui laporan serangan terhadap fasilitas AS di Irak. Presiden telah diberi pengarahan dan memantau situasi dengan cermat dan berkonsultasi dengan tim keamanan nasionalnya."
Qassem Soleimani, kepala pasukan elite Pasukan Penjaga Revolusi Iran Quds, tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di luar bandara Baghdad, Jumat pagi.
Kematian Soleimani meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran secara dramatis, meskipun selama ini hubungan kedua negara sering memanas sejak 2018, ketika Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik Washington secara sepihak dari pakta nuklir 2015.
Badan keamanan tertinggi Iran berjanji untuk melakukan pembalasan kejam atas pembunuhan jenderal itu pada waktu dan tempat yang tepat.
Pentagon menuduh Soleimani menyetujui serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Baghdad yang terjadi pekan lalu dan berencana melakukan serangan terhadap diplomat dan tentara AS di Irak dan Timur Tengah serta bertanggung jawab atas kematian ratusan tentara Amerika dan koalisi.
*Servet Gunerigok di Washington berkontribusi pada berita ini