Muhammad Abdullah Azzam
22 September 2020•Update: 22 September 2020
Dilara Hamit
ANKARA
Kementerian Pertahanan Turki pada Senin memperingatkan Armenia agar tidak bermain api setelah seorang tentara Azerbaijan terbunuh dalam serangan lintas perbatasan.
"Armenia, yang secara tidak sah menduduki Karabakh Atas, sekarang melanggar gencatan senjata di wilayah Tovuz dan menewaskan seorang tentara Azerbaijan," kata kementerian itu di Twitter.
“Kami berharap agar Allah merahmati prajurit yang tewas dalam serangan keji ini, dan semoga tentara yang terluka segera pulih, dan kami turut menyampaikan belasungkawa kepada saudara-saudara di Azerbaijan,” tambah pernyataan Kemhan Turki.
Kementerian Luar Negeri Turki juga menyatakan dukungan kepada Azerbaijan lewat sebuah tweet.
Sejak 1991, militer Armenia secara ilegal menduduki Karabakh Atas, atau wilayah Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.
Empat resolusi Dewan Keamanan PBB dan dua resolusi Majelis Umum PBB serta keputusan banyak organisasi internasional menuntut penarikan pasukan Armenia dari Karabakh Atas dan tujuh wilayah Azerbaijan lainnya yang diduduki.
OSCE Minsk Group - diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat (AS) - dibentuk untuk menemukan solusi damai atas konflik tersebut, tetapi belum mendapatkan hasil apa pun.