Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 Oktober 2018•Update: 19 Oktober 2018
Firdevs Yuksel
ANKARA
Rusia akan menandatangani perjanjian subkontraktor pada akhir tahun dengan perusahaan Mesir untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama negara itu, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) El Dabaa, kata Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu.
Menurut pernyataan kepresidenan Rusia, berbicara kepada wartawan setelah pertemuan dengan sejawatnya dari Mesir Abdel Fattah al-Sisi di Sochi, Putin mengatakan bahwa perusahaan Mesir akan bertindak sebagai kontraktor untuk proyek yang berlokasi di wilayah Matrouh, di pantai Mediterania Mesir.
Sesuai dengan kontrak, perusahaan nuklir milik Rusia, Rosatom, akan membangun empat reaktor daya VVER-1200, pembangkit pertama yang akan dioperasikan pada 2026.
"Pengerjaan persiapan lokasi sedang dilakukan. Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir yang dirancang Rusia di Mesir oleh Rosatom adalah proyek bersama besar dalam industri ini," Putin menambahkan.
Pada Maret, CEO Rosatom Alexei Likhachev mengumumkan bahwa pengerjaan konstruksi PLTN akan dimulai pada 2020.
Perjanjian antarpemerintah untuk PLTN El Dabaa ditandatangani pada November 2015 dan dua tahun kemudian, pada 11 Desember 2017, Moskow dan Kairo menandatangani perjanjian akhir untuk pembangunannya.
Pembangkit listrik tenaga nuklir pertama Mesir ini akan membantu memastikan harga listrik yang kompetitif di Mesir selama 60 tahun, menurut Rosatom.
Rusia juga akan melatih spesialis industri nuklir Mesir yang akan bekerja di sektor tenaga nuklir.