Muhammad Abdullah Azzam
09 Desember 2019•Update: 11 Desember 2019
Afra Aksoy
TRIPOLI
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui secara internasional mengumumkan pihaknya berhasil menggagalkan rencana pasukan multi-nasional untuk memasuki ibu kota Tripoli pada Jumat.
Muhammad Qanunu, juru bicara pasukan yang berafiliasi dengan GNA, lewat sebuah pernyataan tertulis mengatakan bahwa pasukan asing multinasional yang mendukung Jenderal Khalifa Haftar berencana memasuki Tripoli pada Jumat kemarin.
Namun pihaknya malah meraih "Kemenangan Jumat" atas operasi pukulan untuk menggagalkan rencana serangan pasukan asing itu.
Qanunu menyatakan bahwa pasukannya menggagalkan serangan tersebut dengan upaya yang serius, profesional dan jumlah tentara yang sedikit.
Dia menekankan bahwa para penyerang bersenjata telah terperangkap ke sebuah daerah kecil dan rencana mereka telah sia-sia karena gagal sebelum memulai serangan.
Jubir Qanunu juga menambahkan bahwa sebuah pesawat tempur pro-Haftar dijatuhkan selama operasi akhir pekan kemarin, sehingga jumlah jet yang ditembak jatuh oleh mereka bertambah menjadi 15 pesawat.
GNA - yang diakui secara internasional - menyebut serangan di Ibu Kota Tripoli dan kota Murzuq itu sama dengan kejahatan perang.
Pada April, pasukan Haftar meluncurkan kampanye militer untuk merebut Tripoli dari GNA yang diakui secara internasional, tetapi mereka sejauh ini terus menghadapi kegagalan.
Menurut data PBB, lebih dari seribu orang terbunuh sejak awal operasi dan lebih dari 5.000 orang terluka.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.