Maria Elisa Hospita
27 Juli 2020•Update: 28 Juli 2020
Halime Afra Aksoy
TRIPOLI
Libya kembali membuka layanan penerbangan ke luar negeri setelah jeda empat bulan lebih karena pandemi Covid-19.
"Maskapai Libyan Wings Airlines melanjutkan penerbangan ke Turki, yang merupakan sekutu Libya," kata Bandara Internasional Misrata dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Minggu.
Penerbangan kedua yang terjadwal adalah Afriqiyah Airways.
Hubungan Turki-Libya sangat erat karena Turki menjadi pendukung kuat Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB.
Tahun lalu, kedua negara ini menandatangani pakta kerja sama dan keamanan militer serta batas-batas laut.
Sejak merebaknya wabah virus korona, Libya menutup perbatasan darat dan udaranya pada 15 Mei.
Sejauh ini, Libya melaporkan 669 kasus Covid-19.
Sedikitnya 60 pasien meninggal, sedangkan 533 pasien lainnya telah dinyatakan pulih.
Pandemi Covid-19 yang pertama kali diidentifikasi di China pada Desember lalu telah merenggut lebih dari 647 ribu jiwa di 188 negara dan wilayah.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Johns Hopkins University, sekitar 16,2 juta kasus Covid-19 telah dilaporkan di seluruh dunia, dan 9,32 juta di antaranya sudah sembuh.