Rabia Iclal Turan
20 Agustus 2024•Update: 24 Agustus 2024
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada Senin mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menerima proposal terbaru dari mediator untuk gencatan senjata Gaza dan kesepakatan pertukaran tahanan, tetapi Hamas mengatakan proposal tersebut sebenarnya "hanya memenuhi keinginan Netanyahu" dan sesuai dengan agenda Israel.
Berbicara kepada wartawan di Tel Aviv, Blinken mengatakan "proposal penghubung" yang diterima Netanyahu "mencerminkan apa yang ada dalam perjanjian gencatan senjata yang diajukan Presiden (Joe) Biden kepada dunia" pada 31 Mei.
"Kini Hamas harus melakukan hal yang sama, dan kemudian para pihak, dengan bantuan mediator Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar, telah bersatu dan menyelesaikan proses untuk mencapai kesepahaman yang jelas tentang bagaimana mereka akan melaksanakan komitmen yang telah mereka buat berdasarkan perjanjian ini," tambah dia.
Menlu AS mengatakan Netanyahu berkomitmen untuk mengirim tim Israel kembali ke Doha atau Mesir untuk mencoba "menyelesaikan proses ini."
Mengomentari pertemuannya dengan Blinken, Netanyahu memuji apa yang disebutnya pemahaman AS terhadap kepentingan keamanan Israel atau upaya untuk membebaskan tawanan Israel di Gaza.
"Saya juga sangat menghargai pengertian yang telah ditunjukkan AS terhadap kepentingan keamanan vital kami sebagai bagian dari upaya bersama kami untuk membebaskan sandera kami," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan pada X.
Dia menambahkan bahwa upaya bersama ini ditujukan untuk mengamankan pembebasan "sejumlah sandera yang masih hidup yang sudah berada di tahap pertama kesepakatan."
Menyusul perundingan gencatan senjata di Doha, AS, Mesir, dan Qatar minggu lalu mengumumkan bahwa mereka telah menyampaikan kepada Israel dan Hamas proposal mediator untuk lebih mempersempit "perbedaan yang ada untuk memungkinkan implementasi kesepakatan yang cepat."
Di sisi lain, kelompok Palestina Hamas pada Minggu mengatakan bahwa usulan baru tersebut memenuhi "persyaratan Netanyahu dan sejalan dengannya, khususnya penolakannya terhadap gencatan senjata permanen, penarikan penuh dari Jalur Gaza, dan desakannya untuk melanjutkan pendudukan di Persimpangan Netzarim (yang memisahkan utara dan selatan Jalur Gaza), penyeberangan Rafah, dan Koridor Philadelphia (di selatan)."
"Dia juga menetapkan persyaratan baru dalam berkas pertukaran sandera dan mencabut persyaratan lain, yang menghalangi penyelesaian kesepakatan," kata Hamas dalam sebuah pernyataan.
Gerakan Palestina ini menegaskan komitmennya terhadap apa yang disepakati pada 2 Juli.
Biden pada Mei mengatakan Israel telah mengajukan kesepakatan tiga tahap yang akan mengakhiri permusuhan di Gaza dan menjamin pembebasan sandera yang ditawan di daerah kantong pantai tersebut.
Rencana tersebut mencakup gencatan senjata, pertukaran sandera-tahanan, dan pembangunan kembali Gaza.
Israel menewaskan lebih dari 40.000 warga Palestina sejak serangan lintas perbatasan pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang, dengan sekitar 250 orang disandera.