Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 Mei 2019•Update: 07 Mei 2019
Elena Teslova
MOSKOW
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bertemu dengan rekan sejawatnya dari Amerika Serikat Mike Pompeo di sela-sela pertemuan menteri Dewan Arktik ke-11 di Finlandia, Senin.
"Kami membahas soal stabilitas strategis," kata Lavrov pada konferensi pers.
Lavrov menyebut pertemuan itu "konstruktif" dan mengatakan mereka memeriksa serangkaian pertanyaan yang ada di agenda regional, PBB dan internasional.
"Saya pikir kami membuat langkah maju yang sangat baik dalam pengembangan diskusi yang terjadi antara Presiden [Vladimir] Putin dan Presiden [Donald] Trump melalui telepon beberapa hari yang lalu," ujar dia.
Ketika ditanya apa yang akan dilakukan Rusia jika militer AS campur tangan di Venezuela, Lavrov mengatakan dia berharap tidak akan ada opsi militer, karena itu akan menjadi bencana dan para diplomat AS memahami itu.
Venezuela telah diguncang oleh protes sejak 10 Januari, ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.
Ketegangan meningkat ketika Guaido, yang mengepalai Majelis Nasional Venezuela, menyatakan dirinya sebagai presiden pada 23 Januari, suatu langkah yang didukung oleh AS dan banyak negara Eropa dan Amerika Latin.
Sementara itu, Rusia, Turki, China, Iran, Bolivia dan Meksiko telah menyatakan dukungannya terhadap Maduro.