Yusuf Ozcan
12 November 2021•Update: 13 November 2021
PARIS
Para menteri luar negeri Prancis, Azerbaijan dan Armenia bertemu Rabu di Paris untuk membahas wilayah Karabakh di barat daya Azerbaijan.
Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian mengadakan pertemuan terpisah dengan Jeyhun Bayramov dan Ararat Mirzoyan.
Mereka lalu mengadakan pertemuan trilateral sebagai bagian dari Organization for Security and Cooperation in Europe (OSCE) Minsk Group.
Prancis berusaha berkontribusi untuk memperkuat dialog antara para pihak dan membangun perdamaian abadi di Kaukasus Selatan, kata pernyataan itu.
Disebutkan pula bahwa Le Drian ingin melanjutkan dialog dengan Azerbaijan dan Armenia.
Pembebasan Karabakh
Hubungan antara bekas republik Soviet di Armenia dan Azerbaijan telah tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, juga dikenal sebagai Karabakh Atas, sebuah wilayah yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.
Bentrokan meletus pada 27 September 2020, di mana tentara Armenia menyerang warga sipil dan pasukan Azerbaijan dan melanggar beberapa perjanjian gencatan senjata kemanusiaan.
Selama konflik 44 hari, Azerbaijan membebaskan beberapa kota dan 300 pemukiman dan desa yang diduduki oleh Armenia selama hampir 30 tahun.
Sebelumnya, sekitar 20 persen wilayah Azerbaijan berada di bawah pendudukan ilegal Armenia.
Pertempuran berakhir dengan kesepakatan yang ditengahi Rusia pada 10 November 2020, dan gencatan senjata dianggap sebagai kemenangan bagi Azerbaijan dan kekalahan bagi Armenia.
Dua bulan kemudian, para pemimpin Rusia, Azerbaijan dan Armenia menandatangani pakta untuk mengembangkan hubungan ekonomi dan infrastruktur untuk memberi manfaat bagi seluruh wilayah.