Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
13 Januari 2020•Update: 13 Januari 2020
Mehmet Nuri Ucar
ANKARA
Mesir mengumumkan dukungannya untuk gencatan senjata di Libya yang telah lebih dulu digaungkan oleh Turki dan Rusia pekan lalu.
"Mesir menyambut gencatan senjata tanpa syarat yang diumumkan di Libya dan menyatakan dukungannya kepada semua orang yang akan mencegah pertumpahan darah saudara-saudara kita di Libya," kata Kementerian Luar Negeri Mesir dalam sebuah pernyataan, Minggu.
Pernyataan itu menambahkan bahwa Mesir mendukung solusi politik yang komprehensif untuk melindungi persatuan dan integritas wilayah negara-negara tetangganya, termasuk Libya.
Pada Sabtu, Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya di Tripoli dan pasukan pimpinan Jenderal Khalifa Haftar menerima seruan bersama Turki dan Rusia untuk gencatan senjata.
Gencatan senjata mulai berlaku pada tengah malam waktu setempat dan keputusan itu dirayakan dengan kembang api di Tripoli.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.
Pada April, pasukan Haftar meluncurkan kampanye militer untuk merebut Tripoli dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional, tetapi mereka sejauh ini terus menghadapi kegagalan.