Muhammad Abdullah Azzam
22 Oktober 2019•Update: 22 Oktober 2019
Haydar Karaalp
BAGHDAD
Pemerintah Irak mengatakan bahwa pasukan Amerika Serikat (AS) yang ditarik dari Suriah dan telah memasuki Irak tidak akan menetap di negaranya.
Dalam pernyataan tertulis dari Layanan Media Kantor Perdana Menteri Irak, pasukan AS yang ditarik dari Suriah kemudian memasuki Irak melalui wilayah KRG telah dipersilahkan untuk meninggalkan negara itu.
"Tidak ada persetujuan untuk pasukan AS yang datang dari Suriah untuk menetap di Irak," kata pernyataan otoritas Irak itu.
Kendaraan lapis baja dan truk yang mengangkut peralatan militer dan tentara AS kemarin Minggu memasuki Irak melalui Gerbang Perbatasan Simelka.
Menurut beberapa pernyataan otoritas AS, pasukan tersebut akan ditempatkan di pangkalan Ayn'ul Assad dan Bandara Internasional Arbil di Anbar, Irak.
Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan dua hari sebelumnya Presiden Donald Trump memutuskan akan mengirim sekitar seribu tentara AS dari Suriah ke wilayah barat Irak.