Maria Elisa Hospita
09 Februari 2019•Update: 09 Februari 2019
Mustafa Deveci
YERUSALEM
Sedikitnya tiga orang terluka pada Jumat malam ketika pasukan Israel merazia sebuah masjid di Tepi Barat.
Menurut kantor berita Palestina WAFA, pasukan Israel yang menyamar menyerbu Masjid Jamal Abdul-Nasser di Kota Ramallah dan menculik Hamza Ghanem, seorang pegawai Kementerian Awqaf, yang bertanggung jawab atas tempat-tempat ibadah.
Tentara Israel mendatangi masjid itu untuk mengamankan pasukan yang menyamar, memprovokasi bentrokan dengan penduduk setempat, dan menyita kamera pengawas masjid.
WAFA juga menyebutkan bahwa tiga warga Palestina terluka ketika tentara Israel menembakkan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan para demonstran.
Menteri Awqaf Yousi Id'ais mengutuk insiden itu dan menyerukan pada komunitas internasional untuk melindungi situs-situs suci umat Muslim dan Kristen di Palestina dari serangan Israel.
Israel menduduki Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, selama Perang Arab-Israel 1967 sebelum akhirnya menganeksasi seluruh kota pada 1980, dan mengklaimnya sebagai "ibu kota abadi" negara Yahudi - sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.
Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai "wilayah pendudukan" dan menganggap semua pembangunan permukiman Yahudi di sana ilegal.