Muhammad Abdullah Azzam
05 November 2020•Update: 05 November 2020
Muhammed Ikbal Aslan
NİCOSİA, Republik Turki Siprus Utara
Presiden Republik Turki Siprus Utara (TRNC) Ersin Tatar dan pemimpin Siprus Yunani Nicos Anastasiades mengadakan pertemuan informal pertama mereka pada Selasa.
Pertemuan tatap muka berlangsung di kediaman perwakilan khusus dan kepala Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Siprus (UNFICYP), Elizabeth Spehar, di zona tengah di Nicosia dan berlangsung sekitar dua jam, menurut Kepresidenan TRNC.
Juru bicara PBB di Siprus mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Tatar dan Anastasiades memiliki kesempatan untuk saling mengenal dan bertukar pandangan untuk pertama kalinya secara informal pada pertemuan yang diselenggarakan oleh Spehar dalam suasana yang tulus.
Keduanya menekankan tekad mereka untuk menanggapi secara positif komitmen Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk mengadakan pertemuan 5 pihak (tiga negara penjamin dan dua pihak di Siprus) + pertemuan tidak resmi PBB dalam kondisi yang sesuai.
"Pada tahap ini menurut rakyat Turki di Siprus, pemahaman federal yang dipertahankan sejak 1977 tidak memberikan banyak harapan, oleh karena itu sudah saatnya duduk di meja dengan ide-ide baru," ujar Tatar.
“Oleh karena itu, pada saat Guterres menganggap pantas untuk membawa masalah ini lebih jauh, dibahas dalam konferensi yang beranggotakan lima orang, semua masalah ini bisa dievaluasi dan prosesnya bisa diatur dengan cara ini,” imbuh dia.
Tatar mengingatkan bahwa ide konferensi lima anggota datang dari Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.
Dia juga menambahkan bahwa dalam pertemuan tersebut juga dibahas masalah kota Maras yang ditinggalkan di TRNC, sumber daya hidrokarbon di Mediterania Timur dan pencabutan sebagian embargo senjata terhadap Siprus Yunani oleh AS.
TRNC tidak akan coba menghindari pembicaraan dengan pemerintah Yunani tentang peningkatan hubungan bilateral, ungkap Tatar.
"[Kasus Siprus] ini adalah kasus bersama. Bagi kami, sangat penting untuk bertindak selaras dengan Turki dalam masalah utama," tukas dia.
Tatar, yang terpilih sebagai presiden kelima TRNC dengan perolehan 51,69 persen suara pada putaran kedua pemilihan yang diadakan pada 18 Oktober, mulai menjabat sejak 23 Oktober.