Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Januari 2019•Update: 12 Januari 2019
Hassan Isilow
JOHANNESBURG
Sejumlah warga Afrika Selatan menggelar aksi protes untuk mengecam tindakan sebuah sekolah di provinsi North West yang diduga memisahkan murid berdasarkan ras di sebuah ruang kelas.
Sebuah foto yang diunggah ke dunia maya pada Rabu malam menunjukkan sejumlah murid TK berkulit hitam duduk terpisah di sudut ruang kelas jauh dari teman-teman sekelasnya yang berkulit putih.
Foto itu memicu kemarahan warga di negara yang telah keluar dari politik pemisahan ras 25 tahun lalu.
"Kami mengutuk supremasi kulit putih yang masih ada di Afrika Selatan," Matakanye Matakanye, sekretaris jenderal Asosiasi Nasional Badan Pengurus Sekolah, mengatakan kepada Anadolu Agency melalui telepon.
Dia mengatakan bahwa organisasinya mengecam keras insiden itu dan mendesak integrasi semua pelajar di berbagai sekolah.
"Ada banyak orang kulit putih dan sekolah yang baik di Afrika Selatan, tetapi sejumlah pihak lainnya terus melakukan rasisme," katanya, seraya menambahkan bahwa pelaku harus diidentifikasi dan diisolasi.
Sementara itu, Sello Lehare, kepala departemen pendidikan provinsi, mengatakan kepada pengunjuk rasa di sekolah bahwa departemen pendidikan mengutuk apa yang terjadi di kelas tersebut.
Dia mengatakan guru, yang memisahkan siswa-siswa itu, telah diskors hingga penyelidikan diselesaikan.
Namun, ketua komite sekolah mengatakan kepada media bahwa foto yang beredar di media sosial itu tidak menggambarkan apa yang terjadi sebenarnya di sekolah.
“Ini adalah sekolah yang luar biasa yang telah melalui integrasi dan selama bertahun-tahun tidak ada insiden rasial di sekolah ini,” katanya kepada media lokal Enca, tetapi dia gagal menjelaskan alasan pasti mengapa para siswa dipisahkan.
Tahun lalu, Komisi Hak Asasi Manusia Afrika Selatan mengatakan dalam sebuah laporan bahwa pola-pola rasisme dan ketidaksetaraan rasial sistemik masih mengakar di Afrika Selatan, meskipun apartheid telah berakhir dua dekade lalu.