Muhammad Nazarudin Latief
12 Maret 2021•Update: 12 Maret 2021
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Peru menerima batch pertama dari 117.000 dosis vaksin virus korona Pfizer/BioNTech dari fasilitas COVAX PBB, pada Rabu.
Ini adalah fasilitas untuk mendistribusikan vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Kedatangan vaksin tersebut diumumkan Kementerian Kesehatan negara itu, Minsa.
"Sebanyak 117.000 vaksin Pfizer datang melalui inisiatif Fasilitas COVAX dan 50.000 dibeli melalui negosiasi langsung," kata kementerian itu di Twitter.
"Berkat inisiatif WHO dan Unicef ini, kami dapat menegaskan bahwa ada upaya sedang dilakukan untuk mendistribusikan vaksin secara adil," kata Menteri Kesehatan Oscar Ugarte Ubilluz.
Presiden Francisco Sagasti, yang hadir di bandara, mengatakan kedatangan gelombang pertama adalah "tanda yang jelas" bahwa selama beberapa minggu ke depan negara Amerika Latin akan terus berupaya menjamin akses ke vaksin bagi semua warga.
“Aksi ini menunjukkan pentingnya kerja bersama dan solidaritas,” lanjut Sagasti.
Dia mencatat bahwa Peru telah menandatangani perjanjian untuk menerima 48 juta dosis vaksin selama tahun ini.
"Kami terus bernegosiasi dengan penyedia lain untuk menjamin lebih banyak dosis untuk mengimunisasi seluruh populasi orang dewasa di negara kami," katanya.
Peru memiliki lebih dari 1,38 juta kasus infeksi Covid-19 dan hampir 48.200 orang meninggal karena penyakit itu, menurut penghitungan dari Universitas Johns Hopkins yang berbasis di AS.