Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
28 Januari 2020•Update: 28 Januari 2020
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Sebuah pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat jatuh di Provinsi Ghazni, Afghanistan, Senin.
Juru bicara Pasukan AS Afghanistan (USFOR-A) Kolonel Sonny Leggett mengatakan bahwa penyebab kecelakaan sedang diselidiki dan tidak ada indikasi kecelakaan itu disebabkan oleh tembakan musuh.
"Kami akan memberikan informasi tambahan begitu tersedia,” kata Leggett tentang kecelakaan Bombardier E-11A AS melalui Twitter.
Dia tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang korban dari kecelakaan itu.
Konfirmasi tersebut muncul setelah Khaliq Dad Akbari, seorang anggota Dewan Ghazni, mengklaim bahwa sebuah pesawat penumpang jatuh dekat Distrik Deh Yak yang dikuasai Taliban sekitar pukul 13.30 waktu setempat, tetapi Otoritas Penerbangan Sipil Afghanistan membantah laporan tersebut.
Gerilyawan Taliban sebelumnya juga mengklaim telah menjatuhkan sebuah pesawat CIA yang diduga sebagai misi mata-mata.
Zabihullah Mujahed, juru bicara Taliban, mengklaim dalam sebuah pernyataan bahwa semua staf dan penumpang, termasuk anggota CIA, telah terbunuh.
Jika klaim Taliban benar, pesawat itu akan menjadi armada udara ketiga yang diduga ditembak jatuh oleh pemberontak di Afghanistan bulan ini.
Bulan lalu, mantan mata-mata Afghanistan, Rehmatullah Nabil, memperingatkan konsekuensi mengerikan di negara itu jika kesepakatan damai tidak tercapai sebelum musim semi 2020.
Dalam serangkaian cuitannya di Twitter, Nabil mengatakan jika kesepakatan damai AS-Taliban tidak diselesaikan pada musim semi atau musim panas ini, tidak akan mengejutkan jika Taliban mendapatkan sistem pertahanan udara portabel manusia, yang bisa mengubah permainan bagi dalam konflik Afghanistan.
Pada akhir 1980-an, misil-misil Stringer AS yang dipasok kepada Mujahidin Afghanistan membalikkan situasi terhadap rezim pro-Soviet di Kabul, setelah seruan berulang-ulang untuk gencatan senjata diabaikan oleh pasukan anti-pemerintah.