Marıa Elısa Hospıta
09 Januari 2020•Update: 09 Januari 2020
Baris Seckin
ROMA
Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte menerima kunjungan Khalifa Haftar, komandan milisi yang berbasis di Libya Timur, yang berupaya menggulingkan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB.
Keduanya bertemu di Roma dan berdiskusi selama beberapa jam.
Namun, hingga saat ini, otoritas Italia belum mengeluarkan pernyataan terkait isi pertemuan tersebut.
Sebelumnya, ketua Dewan Presiden GNA Fayez al-Sarraj dan Menteri Dalam Negeri GNA Fethi Basaga juga melakukan perjalanan ke Brussel, Belgia, untuk menemui Presiden Parlemen Eropa David Sassoli, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell, dan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas.
Dalam pertemuan tersebut, Basaga mengatakan gencatan senjata di Libya hanya mungkin terjadi jika pasukan yang loyal kepada Haftar menghentikan serangan mereka di Tripoli.
Sejak lengser dan wafatnya Muammar Khadaffi pada 2011, ada dua kursi kekuasaan yang saling bersaing di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang diakui oleh PBB dan masyarakat internasional.
Sejak April tahun lalu, pasukan Haftar meluncurkan kampanye militer untuk merebut Tripoli dari pemerintah yang diakui secara internasional.
*Ditulis oleh Ali Murat Alhas