Zehra Nur Duz
18 Agustus 2023•Update: 21 Agustus 2023
ANKARA
Belarus akan langsung merespons jika Ukraina, negara-negara Baltik, atau Polandia bertindak agresif terhadapnya, kata Presiden Alexander Lukashenko pada Kamis.
“Hanya ada satu ancaman: agresi terhadap negara kita. Jika agresi dimulai bahkan di pihak Ukraina, di pihak Polandia, Lituania, Latvia, kami akan segera merespons dengan semua yang kami miliki," kata kantor berita negara Rusia TASS mengutip pernyataan Lukashenko dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Ukraina Diana Panchenko yang diposting di saluran YouTube-nya.
“Kami tidak berselisih dengan mereka. Namun kami akan memberikan serangan yang luar biasa terhadap mereka dan mereka akan berakhir dengan kerugian, kerusakan yang luar biasa," kata dia.
Lukashenko menggarisbawahi bahwa meski ibu kota Ukraina dikepung oleh pasukan Rusia selama perang, Rusia tidak menyerbu Kyiv karena itu akan membunuh banyak orang, lapor TASS.
"Kami melakukan percakapan dengan (Presiden Rusia Vladimir) Putin sehubungan dengan ini. Saya berkata, 'Agar perang berakhir, tentu saja, ibu kota perlu dikuasai.' Dia berkata kepada saya: 'Anda tahu, itu bisa dilakukan segera, seketika, tetapi banyak orang akan mati,'" tambah Lukashenko.
Dia juga memperingatkan bahwa Ukraina dapat kehilangan semua wilayahnya jika melanjutkan kegiatan militernya, lapor TASS.
Kyiv perlu "bergerak menuju perdamaian," ujar Lukashenko, sambil menambahkan: "Langkah pertama yang perlu diambil adalah membangun perdamaian."