Muhammad Abdullah Azzam
09 Maret 2021•Update: 09 Maret 2021
Zafer Fatih Beyaz
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Senin berbincang via telepon tentang upaya meningkatkan hubungan bilateral serta menyelesaikan masalah-masalah regional, kata sumber diplomatik.
Kedua pemimpin membahas beberapa isu, termasuk hubungan pariwisata, pertahanan, pertanian, investasi, pandemi Covid-19, dan cara untuk mengembangkan hubungan Turki-Inggris, kata sumber tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena pembatasan berbicara kepada media.
Selama percakapan itu, Erdogan mengatakan bahwa Turki menyambut baik upaya Inggris dalam masalah Siprus, dan solusi dua negara akan menghasilkan situasi yang menguntungkan tidak hanya bagi kedua belah pihak di pulau itu, tetapi juga untuk semua pihak dalam peluang baru kerja sama regional.
Turki mempertahankan sikap positifnya di Laut Aegea dan Mediterania Timur serta di pulau Siprus, tutur Presiden Turki.
Erdogan menekankan bahwa Turki telah mempertahankan sikap tenang dan tekadnya untuk melanjutkan pembicaraan eksplorasi terlepas dari tindakan provokatif dan retorika Yunani.
Turki dan Inggris, bersama dengan Yunani, adalah tiga negara penjamin untuk pulau Siprus.
Bulan depan, PBB akan mengadakan pembicaraan informal 5+1 tentang masalah Siprus, termasuk kedua pihak di pulau bersama dengan tiga negara penjamin, ditambah PBB.
Turki siap menjadi tuan rumah Forum Tatlidil antar Turki-Inggris pada paruh kedua 2021, jika kondisi pandemi memungkinkan, kata Erdogan, seraya menambahkan bahwa dia juga berharap musim turis akan dimulai pada April dengan aman dan tanpa hambatan.
Pakta perdagangan bebas Turki-Inggris yang ditandatangani akhir tahun lalu merupakan titik balik dalam hubungan bilateral, sebut dia.
Pakta perdagangan bebas, yang mencakup potensi perdagangan senilai lebih dari USD24,3 miliar telah berlaku sejak 1 Januari.
Forum Tatlidil yang didirikan pada 2011 mempertemukan tokoh-tokoh terkemuka dari bidang akademisi, bisnis, media, dan politik untuk mempererat hubungan antara Turki dan Inggris.