Muhammad Abdullah Azzam
27 November 2020•Update: 27 November 2020
Merve Aydogan
ANKARA
Presiden Turki pada Kamis memperingatkan tentang bahayanya "fasisme digital” saat berbicara pada pertemuan internasional tahunan tentang perempuan dan keadilan yang diselenggarakan oleh kelompok advokasi perempuan yang berbasis di Istanbul.
Diadakan secara virtual, tema KTT Perempuan dan Keadilan Internasional keempat tahun ini adalah "Manusia yang Tersisa di Era Digital".
Dalam pidato pembukaan acara tersebut, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan tentang "fasisme digital."
"Digitalisasi, yang melihat individu hanya sebagai nama atau angka, semakin mengarah ke fasisme. Kita semua harus berjuang bersama melawan fasisme digital," kata Erdogan dalam sambutannya di konferensi tiga hari yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perempuan dan Demokrasi (KADEM).
Menyoroti digitalisasi adalah kenyataan tak terbantahkan yang menyentuh kehidupan lebih banyak orang sepanjang waktu, Erdogan mengatakan "semakin sulit untuk tetap terisolasi dari dunia digital, di mana orang-orang dari semua lapisan masyarakat - tua dan muda, perempuan dan pria - menggunakan ponsel, tablet, komputer, dan internet mereka, setiap saat."
Erdogan menekankan bahwa "kelemahan terbesar digitalisasi" adalah risiko kontrol data yang "dimonopoli".
"Kita harus berjuang bersama melawan fasisme digital dan mencari solusi bersama. Tentu saja, ketika saya mengatakan ini, saya tidak bermaksud untuk menolak digitalisasi," tegas Erdogan.
Dia memperingatkan, "jika kita tidak melihat pendekatan manusia yang tersisa di era digital, sama pentingnya dengan digitalisasi itu sendiri, maka bencana akan tak terhindarkan."
Erdogan menyoroti keberhasilan Turki dalam digitalisasi dan kapasitas Turki di sektor informasi dan teknologi telah meningkat dari USD20 miliar menjadi USD132 miliar dalam 18 tahun terakhir.
Dia menggarisbawahi bahwa investasi di sektor tersebut telah melebihi 100 miliar lira Turki (lebih dari USD12,7 miliar).