Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 September 2018•Update: 27 September 2018
Anees Suheil Barghouti
YERUSALEM
Ratusan pemukim Yahudi pada Rabu memaksa masuk ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, menurut seorang pejabat Palestina.
"Lebih dari 380 pemukim dan polisi menyerbu kompleks masjid, di mana mereka melaksanakan ritual Talmudic," kata direktur masjid, Omar Kiswani, kepada Anadolu Agency.
"Terbagi dalam kelompok-kelompok besar, para pemukim memaksa masuk ke kompleks melalui Gerbang Al-Mugharbah dan keluar melalui gerbang Al-Silsila," katanya.
Menurut Kiswani, puluhan polisi Israel dikerahkan di Kota Tua Yerusalem dan di gerbang kompleks Al-Aqsa.
"Polisi membatasi masuknya jamaah Muslim Palestina ke masjid dengan menyita kartu identitas mereka di gerbang kompleks," kata dia.
Sejak Jumat lalu, lebih dari 2.000 pemukim dan polisi Israel telah memasuki kompleks untuk memperingati hari raya Yahudi, Sukkot, selama sepekan yang akan berakhir pada Minggu.
Ketegangan telah meningkat di wilayah Palestina -- termasuk Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada -- sejak Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel awal tahun ini.
Bagi umat Muslim, Al-Aqsa merupakan situs paling suci ketiga di dunia. Sementara orang Yahudi merujuk daerah itu sebagai "Gunung Bait Suci", mengklaim bahwa itu adalah tempat berdirinya dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur selama Perang Timur Tengah 1967. Mereka mencaplok seluruh kota pada 1980, mengklaimnya sebagai ibu kota negara Yahudi dalam gerakan yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.