Rhany Chairunissa Rufinaldo
01 Oktober 2018•Update: 02 Oktober 2018
Rafiu Ajakaye
LAGOS, Nigeria
Serikat buruh Nigeria pada Minggu menangguhkan protes yang bertujuan mendorong pemerintah untuk menyelesaikan negosiasi tentang upah minimum baru sebesar USD139, naik dari USD50 upah saat ini.
Serikat pekerja mulai menjalankan protes pada Rabu, hampir melumpuhkan sektor-sektor penting di negara ekonomi terbesar Afrika itu.
Ayuba Wabba, kepala Kongres Buruh Nigeria, sebuah badan yang beranggotakan lebih dari 5 juta pekerja dan 40 badan afiliasi, mengatakan dalam jumpa pers di ibu kota Abuja bahwa mereka menghentikan protes setelah pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan pembicaraan mengenai upah minimum.
“Kami telah menerima undangan yang tegas dan resmi untuk mengadakan kembali pertemuan komite tripartit yang dijadwalkan pada 4 dan 5 Oktober 2018,” kata Wabba, mengacu pada komite upah minimum yang terdiri dari pejabat pemerintah, aktivis buruh dan sektor swasta.
Protes itu terjadi beberapa minggu setelah badan-badan pekerja memberi Abuja ultimatum untuk meresmikan perjanjian yang membuat upah minimum USD50 saat ini meningkat sekitar 178 persen, lebih dari lima tahun setelah diberlakukan.
Tuntutan untuk kenaikan gaji telah menimbulkan reaksi beragam di Nigeria. Sebagian besar gubernur negara bagian dan federal bersikeras bahwa permintaan itu tidak realistis karena kebanyakan negara bagian tidak mampu membayar upah minimum saat ini dengan alasan kurangnya dana.
Kegelisahan tersebut menyebabkan pembentukan komite tripartit yang melibatkan perwakilan dari pemerintah, serikat pekerja, dan sektor swasta.
Namun, komite itu tiba-tiba menghentikan pembicaraan atas perintah pemerintah, yang memicu kemarahan serikat buruh.