Chandni
07 Maret 2018•Update: 08 Maret 2018
Sinan Uslu
ANKARA
Kelompok teroris memaksa warga sipil menggali parit besar untuk menghentikan operasi pasukan Turki di Afrin, Suriah.
Pasukan keamanan lokal yang tidak ingin nama mereka disebutkan mengatakan kepada Anadolu Agency pada Selasa bahwa teroris YPG/PKK dan Daesh mencoba mendirikan pertahanan di Afrin serta merancang taktik baru.
Sumber berita itu mengatakan kelompok-kelompok teroris memaksa warga setempat, termasuk anak-anak, menggali parit dengan kedalaman dua meter dan lebar dua meter di sekeliling pusat kota Afrin dan membangun tembok pertahanan setinggi tiga meter. Pemaksaan itu mempersulit situasi bagi warga yang hidup di bawah bayang-bayang teroris.
Warga setempat juga kerap kali digunakan sebagai perisai manusia dan dicegah meninggalkan Afrin untuk mencari tempat yang lebih aman, jelas sumber itu.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.