Emre Aytekin
ANKARA
Turki mengambil langkah-langkah pencegahan pandemi virus korona (Covid-19) lebih cepat dari negara-negara Eropa.
Negara itu mengambil tindakan pencegahan dalam beberapa hari pertama setelah kasus Covid-19 pertama terdeteksi, sementara negara-negara Eropa mulai mengambil tindakan dalam waktu 39-54 hari setelahnya.
Sejak muncul di China Desember lalu dan menyebar ke seluruh dunia, virus ini sekarang ada di banyak negara, mendorong pemerintah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi pertemuan dan acara massal untuk menghentikan penyebarannya.
Langkah-langkah pertama yang diambil untuk mengatasi virus ini di antaranya adalah menutup sementara sekolah dan universitas serta kafe, bar, restoran, pusat hiburan, mal, perpustakaan dan tempat-tempat ibadah.
Orang-orang didesak untuk tinggal di rumah, menghindari kontak sosial dan bekerja dari jarak jauh jika memungkinkan.
Jam malam dan tindakan karantina sebagian dilaksanakan dan transportasi antar kota dibatasi.
Prancis mengkonfirmasi kasus Covid-19 pertamanya pada 24 Januari dan Jerman pada 28 Januari, disusul oleh Italia, Spanyol dan Inggris pada 31 Januari.
Sementara itu, kasus pertama di Turki dikonfirmasi pada 11 Maret.
Sekolah dan universitas yang ditangguhkan
Salah satu langkah pertama adalah penutupan sekolah dan universitas untuk memungkinkan siswa menjauhkan diri dari satu sama lain untuk memperlambat penyebaran virus.
Turki menutup sekolahnya pada 12 Maret, sehari setelah kasus pertama dikonfirmasi, sementara Italia melakukannya setelah 39 hari, Spanyol 40 hari, AS 47 hari, Jerman dan Prancis 49 hari.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumpulkan kabinetnya pada 12 Maret. Setelah pertemuan itu, diumumkan bahwa sekolah dasar dan menengah akan ditutup selama dua minggu dan universitas selama tiga minggu mulai 16 Maret.
Menteri Pendidikan Turki Ziya Selcuk mengumumkan bahwa sekolah dasar dan menengah akan memulai pendidikan jarak jauh pada 23 Maret. Lembaga penyiaran publik Turki TRT membuat saluran baru untuk tujuan itu.
Yekta Sarac, kepala Dewan Pendidikan Tinggi, mengumumkan bahwa universitas akan ditutup untuk musim semi kecuali untuk pendidikan digital dan jarak jauh karena pandemi.
Menutup tempat umum sementara
Penutupan sementara tempat-tempat umum seperti kafe, bar dan restoran, pusat hiburan, mal, perpustakaan dan tempat-tempat ibadah adalah salah satu langkah pertama yang diambil.
Turki mengambil tindakan dalam hal ini satu hingga empat hari setelah kasus pertama dikonfirmasi, sementara Italia melakukannya setelah 41 hari, Spanyol 43 hari, Jerman 48 hari, AS 49 hari dan Prancis 50 hari.
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki mengumumkan bahwa semua perpustakaan akan ditutup antara 16-30 Maret.
Kementerian Dalam Negeri juga mengumumkan melalui surat edaran pada 15 Maret bahwa semua bar dan klub malam akan ditutup mulai 16 Maret.
Pada 16 Maret, kementerian mengatakan dalam sebuah surat edaran bahwa kafe, bioskop dan pusat kebugaran juga akan ditutup.
Pada 21 Maret, kementerian memutuskan untuk menutup tukang pangkas, salon dan toko kecantikan, dan pada 24 Maret, mereka memberikan izin kepada supermarket untuk buka dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam.
Sementara itu, meskipun tidak ada keputusan khusus soal mal, sebagian besar toko memutuskan untuk tutup demi kesehatan masyarakat pada 21 Maret.
Di Italia, sebagian besar pusat perbelanjaan tutup pada 10 Maret kecuali untuk pengecer makanan dan apotek.
Di Spanyol dan Prancis pada 14 Maret dan di Jerman pada 16 Maret, semua toko tutup sebagai bagian dari langkah-langkah darurat, yang juga memaksa mal untuk tutup.
Sementar itu, di Inggris, jaringan pusat perbelanjaan bersikeras untuk tidak menutup meskipun ada tindakan lain yang diambil dan tekanan dari karyawan.
Kebijakan untuk tempat ibadah
Kantor Kepresidenan Urusan Agama pada 16 Maret mengumumkan penangguhan shalat berjamaah, termasuk shalat Jumat, di masjid-masjid di seluruh negeri karena epidemi.
Sholat Jumat dilakukan di Masjid Ankara Millet pada 27 Maret dan Masjid Ankara Ahmed Hamdi Akseki pada 3 April dengan partisipasi terbatas.
Dalam sebuah pernyataan, Kepresidenan Urusan Agama mengatakan praktik ini bertujuan untuk mempertahankan kesinambungan khotbah Jumat dengan melanjutkan shalat Jumat secara representatif dengan partisipasi minimum.
Di Italia, Vatikan menutup 900 gereja Katolik di Kota Roma antara 13 Maret dan 3 April, sementara kebaktian Minggu ditunda. Gereja-gereja di Spanyol dan Prancis mengambil langkah serupa setelah 14 Maret.
Di bawah kesepakatan yang dicapai antara pemerintah federal dan administrasi negara di Jerman pada 16 Maret, diputuskan untuk melarang pertemuan di semua tempat ibadah.
Pada 24 Maret, Inggris memutuskan untuk menutup semua masjid, gereja dan sinagoge untuk para jemaah dan pendeta.
Pembatasan kegiatan kolektif publik
Wabah Covid-19 juga menyebabkan negara-negara melarang dan membatasi acara kolektif publik.
Dalam konteks ini, konser dan acara seni, budaya dan kompetisi olahraga ditunda.
Turki mengambil langkah pertama di bidang ini dengan memutuskan untuk mengadakan semua acara olahraga tanpa penonton mulai 12 Maret, satu hari setelah kasus virus korona pertama terdeteksi.
Liga ditangguhkan
Langkah serupa diambil 39 hari setelah kasus pertama di Italia, 41 hari di Spanyol, 42 hari di Inggris, 45 hari di Jerman dan 48 hari di Perancis.
Selama tanggal-tanggal ini, Serie A di Italia, La Liga di Spanyol, Liga Premier Inggris, Bundesliga di Jerman, dan Ligue 1 di Prancis semuanya ditangguhkan.
Menteri Pemuda dan Olahraga Turki Mehmet Kasapoglu mengumumkan pada 19 Maret bahwa liga sepak bola, bola basket, bola voli dan bola tangan telah ditunda.
Dalam keputusan presiden yang diterbitkan pada 20 Maret, diumumkan bahwa semua pertemuan dan acara ilmiah, budaya dan artistik ditunda hingga akhir April.
Pembatasan perjalanan dan transportasi
Tindakan negara-negara terhadap wabah Covid-19 juga termasuk pembatasan perjalanan dan transportasi untuk mencegah penyebaran virus serta penutupan perbatasan dan penghentian penerbangan.
Turki sudah menghentikan penerbangan ke China, Iran, Italia, Korea Selatan dan Irak, dan mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan semua penerbangan ke sembilan negara lagi termasuk Jerman, Prancis, Spanyol, Norwegia, Denmark, Belgia, Swedia, Austria, dan Belanda mulai dari 17 Maret, dua hari setelah kasus pertama terjadi di negara itu pada 13 Maret.
Pada 14 Maret, Turki menghentikan transportasi darat dan udara dari dan ke Azerbaijan.
Turki dan Georgia juga menutup perlintasan perbatasan Sarp.
Pada 16 Maret, Turki memberlakukan larangan terbang di enam negara termasuk Inggris, Irlandia, Swiss, Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Kementerian Transportasi dan Infrastruktur mengumumkan bahwa penerbangan ke 46 negara telah dihentikan pada 21 Maret. Akibatnya, jumlah negara yang dihentikan penerbangannya oleh Turki naik menjadi 68.
Pembatasan ekstensif bepergian ke luar negeri mulai dibahas 39 hari setelah kasus Covid-19 pertama terdeteksi di Italia dan Jerman, 43 hari di Spanyol, 53 hari di Inggris, dan 53 hari di Prancis.
Presiden Erdogan mengumumkan pada 27 Maret bahwa semua penerbangan internasional telah dihentikan dan perjalanan antar kota akan dilakukan dengan izin dari gubernur. Dia juga mengatakan masuk dan keluar kendaraan ke 30 kota metropolitan termasuk provinsi Laut Hitam Zonguldak dihentikan pada 3 April.
Tindakan karantina dan jam malam sebagian
Beberapa tindakan paling kritis yang diambil terhadap wabah itu adalah mendorong masyarakat untuk tinggal di rumah kecuali memang benar-benar diperlukan, mengkarantina orang yang diduga terinfeksi Covid-19 dan menerapkan jam malam nasional atau regional.
Pada 13 Maret, dua hari setelah kasus pertama Turki terdeteksi, Kementerian Pemuda dan Olahraga mengumumkan bahwa 10.330 warga yang kembali dari ibadah umrah di Arab Saudi dikarantina di asrama.
Selain itu, langkah-langkah karantina diterapkan pada orang-orang yang kembali dari negara lain dan kementerian mengatakan pada 23 Maret bahwa jumlah warga yang datang dari luar negeri dan dikarantina di rumah berjumlah 11.269.
Pada 21 Maret, Kementerian Dalam Negeri memberlakukan jam malam pada orang berusia di atas 65 tahun dan mereka yang menderita penyakit kronis karena mereka termasuk dalam kelompok paling berisiko.
Pada 3 April, jam malam sebagian diperpanjang untuk mencakup mereka yang berusia di bawah 20 tahun dan semua warga negara diwajibkan untuk mengenakan masker di tempat-tempat umum.
Tindakan karantina dan isolasi yang komprehensif mulai diterapkan 38 hari setelah kasus Covid-19 pertama terjadi di Italia, 43 hari kemudian di Spanyol, 52 hari di Inggris, 53 hari di Perancis dan 54 hari di Jerman.
news_share_descriptionsubscription_contact
