Rhany Chairunissa Rufinaldo
14 Agustus 2018•Update: 14 Agustus 2018
Tugrul Cam
ANKARA
Duta besar Turki untuk Irak mengatakan pada hari Senin, delegasi Turki dan Irak akan bertemu dalam beberapa minggu untuk membahas pembukaan lintas perbatasan baru.
Kunjungan lapangan juga diharapkan setelah pertemuan, ujar Fatih Yildiz kepada Anadolu Agency di sela-sela Konferensi Duta Besar ke-10 di Ibu Kota Ankara.
Gerbang Perbatasan Ovakoy direncanakan akan menghubungkan langsung Turki ke Baghdad melalui jalan raya sepanjang 570 kilometer (354 mil).
Yildiz mengatakan bahwa terminal perbatasan yang direncanakan juga akan memicu kebangkitan ekonomi di kota Mosul, Irak utara.
Pekan lalu, Qazim al-Akabi, kepala komite Irak untuk lintas perbatasan, mengatakan kedua pihak telah sepakat untuk mengirim ahli teknis ke wilayah perbatasan bulan depan untuk melakukan studi kelayakan.
Tentang kunjungan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi ke Turki pada hari Selasa, Yildiz mengatakan kontraterorisme dan rekonstruksi Irak akan menjadi agenda.
"Sekarang setelah masalah Daesh selesai, mereka harus bertarung melawan PKK," kata Yildiz.
“Rakyat Irak tahu cara melawan terorisme. Ini adalah kekuatan yang dapat digunakan bila diperlukan.”
Pengelolaan air, listrik dan perminyakan di Irak juga kemungkinan akan dibahas.
Menyoroti air sebagai sektor penting dalam hubungan bilateral, Yildiz mengatakan Turki siap membantu Irak dalam pengelolaan air dan irigasi pertanian.
"Pemahaman kami di sini adalah bahwa air harus menjadi sektor yang berdasarkan kerja sama, bukannya memisahkan kedua belah pihak," katanya.
Tentang hubungan dengan Pemerintah Daerah Kurdi (KRG), Yildiz mengatakan Turki akan sulit untuk bekerja sama jika KRG merencanakan pemisahan diri dari Irak.
"KRG bisa bekerja sama dengan Turki, jika mereka bertindak sebagai bagian dari Irak yang bersatu dan terintegrasi," kata duta besar.