Maria Elisa Hospita
13 April 2020•Update: 13 April 2020
Ovunc Kutlu
ANKARA
OPEC dan sekutu-sekutunya mencapai kesepakatan besar pada Minggu malam untuk memangkas produksi minyak kolektif mereka menjadi 9,7 juta barel per hari (bpd) mulai bulan depan.
Keputusan itu diambil untuk menyeimbangkan pasar minyak di tengah pandemi virus korona.
Tiga belas negara anggota OPEC yang dipimpin oleh Arab Saudi dan blok non-OPEC pimpinan Rusia menyetujui hal tersebut setelah berunding selama empat hari.
Kelompok bernama OPEC+ itu akan mengurangi produksi minyak mentahnya jadi 9,7 juta bpd selama dua bulan pertama, kemudian selanjutnya 8 juta bpd selama Juli-Desember 2020, dan 6 juta bpd selama Januari 2021-April 2022.
"Kesepakatan ini adalah bentuk komitmen negara-negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC+ untuk menyeimbangkan pasar energi, sekaligus mengakui pentingnya kerja sama internasional untuk memastikan ketahanan sistem energi," jelas Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo dalam sebuah pernyataan.
Di bawah kesepakatan itu, Saudi akan memangkas produksinya dari 12 juta bpd menjadi 8,5 juta bpd.
Sementara itu, Rusia akan memangkas dari 10,3 juta bpd jadi 8,5 juta bpd.
Di sisi lain, Meksiko yang tidak setuju dengan pemangkasan, hanya akan memangkas produksi minyak mentahnya sebesar 100.000 barel per hari, bukan 400.000 bpd seperti yang diminta.
Sebagai gantinya, 300.000 bpd yang tersisa diambil dari Amerika Serikat, produsen minyak mentah terbesar di dunia.
"Kesepakatan minyak dengan OPEC+ sudah selesai. Saya ingin mengucapkan terima kasih dan memberi selamat kepada Presiden Putin dari Rusia dan Raja Salman dari Arab Saudi. Kesepakatan ini menguntungkan untuk semuanya!" cuit Presiden Donald Trump lewat Twitter.
Karena permintaan minyak di seluruh dunia menurun dan negara-negara OPEC + gagal menyepakati pemangkasan produksi pada 6 Maret, harga minyak mentah sempat anjlok ke level terendah pada 30 Maret.