22 Juli 2026•Update: 22 Juli 2026
Turkiye dan Suriah menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai 10 miliar dolar AS dalam waktu sesegera mungkin.
Target tersebut ditegaskan Menteri Perdagangan Turkiye Omer Bolat sebagai bagian dari upaya memperkuat integrasi ekonomi kedua negara dan memaksimalkan potensi perdagangan di seluruh kawasan perbatasan.
Bolat menyampaikan hal itu usai menggelar pertemuan dengan Kepala Otoritas Bea Cukai dan Perlintasan Perbatasan Suriah, Qutayba Badawi, di sela Forum Perdagangan Bebas, Kawasan Industri, dan Investasi Suriah yang berlangsung di Kementerian Perdagangan di Ankara. Pernyataan tersebut disampaikan melalui platform media sosial NSosyal pada Rabu.
Nilai perdagangan bilateral Turkiye dan Suriah mencapai rekor tertinggi sebesar 3,7 miliar dolar AS pada 2025.
Bolat menegaskan kedua negara berkomitmen meningkatkan nilai perdagangan tersebut menjadi 10 miliar dolar AS sesuai target yang telah ditetapkan oleh presiden kedua negara melalui upaya bersama.
Menteri itu juga menyampaikan harapan agar peninjauan tarif bea masuk dapat segera dilakukan, proses Komite Bersama Kepabeanan dipercepat, serta kerja sama di pos-pos perbatasan semakin diperkuat.
Menurut Bolat, Turkiye ingin mengoptimalkan seluruh potensi perdagangan di sepanjang wilayah perbatasan, terutama di Gaziantep dan Aleppo.
Ia menambahkan Turkiye akan terus menjalin komunikasi dan kerja sama erat dengan pihak Suriah guna memperkuat integrasi ekonomi yang dinilai menjadi fondasi utama bagi perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan sosial di kawasan.