Pizaro Gozali İdrus
28 Januari 2019•Update: 29 Januari 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Presiden Rodrigo Duterte pada Senin murka dengan pemboman Gereja di Jolo, Sulu yang menewaskan sedikitnya 20 orang, kata Istana Malacañang, lansir Philstar.
Juru bicara kepresidenan Salvador Panelo mengatakan Duterte akan mengunjungi lokasi ledakan di Jolo pada Senin sore.
"Dia sangat kecewa bahwa meskipun ada upaya menempuh jalan perdamaian dan pembangunan, masih ada kekuatan tertentu di wilayah itu yang menebar teror serta membunuh orang," kata Panelo dalam jumpa pers.
Menurut Panelo, Duterte telah memerintahkan Angkatan Bersenjata Filipina untuk menjamin keselamatan penduduk sedangkan penyelidikan masih terus berlangsung.
Militer juga dikerahkan membantu keluarga mereka yang terbunuh dalam pemboman.
Panelo menekankan bahwa penetapan darurat militer di Mindanao masih efektif.
"Mungkin ada beberapa kelengahan dalam keamanan, bagaimana mereka dapat menempatkan sepeda motor itu di sana dengan bom, meskipun ada tentara yang mengamankan tempat itu," kata Panelo.
Setidaknya 20 orang tewas dan lebih dari 100 warga sipil dan aparat keamanan terluka akibat bom ganda yang meledak di Gereja Jolo, Sulu pada Minggu.
Bom pertama meledak di dalam gereja Katedral Marian of Our Lady of Mount Carmel saat misa sedang berlangsung pada sekitar jam 8.45 waktu setempat.
Bom kedua meledak di tempat parkir Katedral saat pasukan keamanan berusaha mengatasi ledakan bom pertama.