Hayati Nupus
18 Januari 2018•Update: 18 Januari 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi meresmikan anjungan utama Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), Kamis, di Jakarta.
Peresmian anjungan utama Pushidrosal ini, ujar Ade, terkait obsesi Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia.
“Untuk itu harus eksis di organisasi maritim internasional, butuh waktu panjang,” kata Ade.
Kepala Pushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro mengatakan bahwa anjungan utama ini menjadi simbol Pushidrosal sebagai lembaga yang bertanggung jawab soal pemetaan laut Indonesia.
Menjadi bagian dari Rencana Strategis TNI AL 2014-2019, anjungan utama ini sekaligus melengkapi kebutuhan internal Pushidrosal.
Meski begitu, ujar Harjo, hidro oseanografi tak sebatas pemetaan laut demi keamanan pelayaran, melainkan menjadi gerbang ekonomi Indonesia.
“Juga sebagai ujung tombak pertahanan laut Indonesia,” ujar Harjo.
Harjo mengatakan saat ini, Pushidrosal tengah mensurvei pemetaan dasar laut Indonesia yang akan berguna untuk kepentingan militer dan pelayaran.
Selama ini militer dan pelayaran menggunakan peta dasar laut lama hasil warisan Belanda.