Maria Elisa Hospita
11 Oktober 2018•Update: 11 Oktober 2018
Aykut Karadag
ANKARA
Kampanye Turki melawan perdagangan narkoba selama sembilan bulan terakhir telah menjadi hambatan besar bagi akses teroris PKK ke sumber keuangan.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Turki dalam sebuah pernyataan, pasukan keamanan Turki telah melaksanakan lebih dari 108.105 operasi anti perdagangan narkoba dan menyita obat-obatan terlarang senilai 2,83 miliar lira Turki (sekitar USD467 juta).
Dalam operasi itu, sebanyak 149.836 tersangka ditangkap, sementara 59,3 ton ganja, 13 ton heroin, dan satu ton kokain disita oleh pasukan keamanan.
Perdagangan narkoba adalah salah satu sumber dana utama bagi organisasi teroris.
Sebuah laporan polisi Turki yang dirilis pada 26 September mengungkapkan bahwa teroris PKK aktif dalam semua fase perdagangan narkoba, termasuk produksi, pengiriman, distribusi, dan penjualan.
Dalam Laporan Narkoba Nasional Turki disebutkan bahwa PKK memperoleh USD1,5 miliar dari perdagangan narkoba setiap tahunnya.
PKK memproduksi heroin di laboratorium yang didirikan di Irak Utara dan menjualnya ke Eropa.
Selama lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.