Nicky Aulia Widadio
22 Agustus 2019•Update: 23 Agustus 2019
JAKARTA
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan situasi di Papua dan Papua Barat telah kondusif dan aktivitas masyarakat kembali normal pasca-kerusuhan di beberapa kota.
"Kemarin anak-anak sekolah sempat diliburkan, namun hari ini bisa bersekolah, kemudian sarana publik juga mulai beraktivitas kembali," kata Kepala Bagian Penerangan Masyarakat Polri Kombes Asep Adi Saputra di Jakarta, Kamis.
Meski demikian, aparat TNI-Polri masih bersiaga untuk memastikan tidak ada lagi kericuhan susulan.
"Tetap kewaspadaannya dijaga bersamaan seluruh stakeholder yang ada di Papua Barat, aparat keamanan tetap bersiaga adanya kemungkinan-kemungkinan yang lain," tutur dia.
Polisi akan menyelidiki penyebab terjadinya kericuhan pada aksi massa yang merespons perlakuan rasialis dan diskriminasi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.
Sebanyak 43 mahasiswa digelandang ke Kantor Polres Surabaya karena diduga merusak bendera merah putih.
Diduga penggerebekan dipicu kesalahpahaman setelah Bendera Merah Putih milik Pemerintah Kota Surabaya jatuh di depan asrama. Polisi kemudian memulangkan ke-43 mahasiswa tersebut pada Minggu dini hari.
Aksi protes terkait hal ini di Manokwari, Sorong, Fakfak dan Timika sempat berujung ricuh dimana terjadi penyerangan dan pembakaran fasilitas publik.