Muhammad Abdullah Azzam
04 September 2020•Update: 05 September 2020
Yıldız Nevin Gündoğmuş
ANKARA
Dalam percakapan konferensi video dengan kanselir Jerman, Presiden Turki pada Kamis mengungkapkan bahwa dukungan dari beberapa negara terhadap sikap Yunani yang egois dan tidak adil, "tidak dapat diterima".
Selama pembicaraan dengan Angela Merkel, Recep Tayyip Erdogan mengatakan Yunani, pemerintahan Siprus Yunani dan negara-negara lain yang mendukung kedua negara itu, telah menyebabkan kebuntuan dan meningkatkan ketegangan.
Dia juga menyambut baik upaya Merkel untuk menyelesaikan sengketa di Mediterania Timur yang disebabkan oleh Yunani dan pendukungnya.
Selain soal Mediterania Timur, keduanya juga membahas masalah lainnya di kawasan, serta hubungan bilateral.
Yunani berusaha untuk membatasi wilayah maritim Turki secara ilegal, dan mencoba mengurung Turki ke daerah pantainya yang didasarkan pada pulau-pulau kecil Yunani di dekat pantai Turki.
Turki berpendapat bahwa kedua pihak harus duduk berdialog untuk mencapai win-win solution berdasarkan pembagian yang adil.
Yunani juga baru-baru ini melakukan latihan militer - termasuk dengan Prancis - yang bertujuan untuk mengintimidasi Turki agar menghentikan eksplorasi energi, dan secara ilegal mempersenjatai pulau-pulau Aegea yang melanggar perjanjian perdamaian.
Perjanjian pembatasan maritim Athena baru-baru ini dengan Mesir juga melanggar landas kontinen dan hak maritim Turki, yang memicu ketegangan lebih lanjut antara kedua negara tetangga itu.