Muhammad Nazarudin Latief
03 Mei 2019•Update: 03 Mei 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Kementerian keuangan Malaysia tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) selama 2019 pada level 4,9 persen meski prospek ekonomi dinilai terus membaik.
Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng mengatakan pihaknya menyambut baik data Nikkei Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) terbaru untuk Malaysia, yang naik menjadi 49,4 poin pada April 2019, dari 47,2 poin pada bulan sebelumnya.
Ini adalah level tertinggi yang tercatat dalam tujuh bulan. Nikkei, menunjukkan ekspansi 5,2 persen dalam PDB tahun ini, lebih tinggi dari pertumbuhan 4,9 persen yang diproyeksikan oleh kementerian.
"Namun demikian, Departemen Keuangan akan tetap berhati-hati dan mempertahankan proyeksi pertumbuhan saat ini untuk tahun ini," kata Lim, dalam sebuah pernyataan, pada Jumat, seperti dikutip New Straits Times.
Kenaikan PMI April disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk peningkatan pesanan ekspor, pertumbuhan lapangan kerja, investasi dalam mesin dan pabrik baru, serta peningkatan kepercayaan bisnis yang dibangun di atas kejelasan kebijakan dan kepastian yang diberikan oleh pemerintah.
Menurut Nikkei, tingkat kepercayaan bisnis selama April adalah yang tertinggi sejak Oktober 2013.
Lebih jauh lagi, peningkatan investasi baru adalah akibat langsung dari kemampuan pemerintah untuk menumbuhkan investasi asing langsung (FDI) sebesar 48 persen menjadi RM80,5 miliar pada 2018, dari RM54,5 miliar pada 2017.
"Pertumbuhan berkelanjutan yang membuktikan bahwa inisiatif pemulihan dan pembangunan saat ini yang dilakukan oleh pemerintahan koalisi Pakatan Harapan berjalan sesuai rencana," tambahnya.
Pemerintah akan melanjutkan upayanya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan fokus pada pencapaian pertumbuhan berkualitas tinggi, kata Lim.