Hayati Nupus
01 April 2020•Update: 02 April 2020
JAKARTA
Sembilan juta dari total 21,7 juta pendaftar di Thailand memenuhi syarat untuk memperoleh bantuan keuangan 5.000 baht atau USD152 untuk mengurangi dampak buruk Covid-19.
Juru bicara pemerintah Thailand, Narumon Pinyosinwat mengatakan bahwa kabinet juga setuju penambahan enam juta penerima bantuan tunai, dari catatan semula yang hanya tiga juta.
Sehingga, kata Narumon, total anggaran bantuan itu menjadi 135 miliar baht atau USD2,65 miliar.
Narumon mengatakan satu dari tiga tahapan pembayaran bantuan itu akan dikucurkan akhir bulan ini.
Bangkok Post menyebutkan bahwa dana itu bersumber dari berbagai kementerian, yang masing-masing menyisihkan 10 persen anggaran demi membiayai upaya pencegahan Covid-19.
Sisanya, Thailand berencana untuk mencari pinjaman dari luar.
Sementara itu Bank Tabungan Pemerintah dan Bank untuk Pertanian dan Koperasi Pertanian juga akan mengucurkan pinjaman senilai 1,6 miliar baht atau USD31,4 juta kepada UMKM yang terkena dampak buruk Covid-19.
Wakil juru bicara pemerintah Rachada Dhnadirek mengatakan pertemuan kabinet itu juga memberi sinyal positif bagi pembebasan PPN atas impor barang-barang medis.
Pembebasan bea itu berlaku mulai 1 Maret hingga akhir Februari tahun depan.
Menurut Racha, Thailand harus mengeluarkan sekitar USD98,23 juta untuk insentif tersebut.