Rhany Chairunissa Rufinaldo
06 November 2020•Update: 06 November 2020
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
China mengirim satelit eksperimen 6G pertama di dunia ke luar angkasa pada Jumat.
Satelit eksperimental 6G akan memverifikasi teknologi komunikasi terahertz (THz) di luar angkasa, sebuah terobosan dalam komunikasi luar angkasa, lansir harian Global Times.
Satelit 6G termasuk di antara tiga satelit China yang berhasil diluncurkan ke orbit, bersama dengan 10 satelit penginderaan jauh komersial yang dikembangkan oleh perusahaan Argentina Satellogic.
Semuanya diluncurkan menggunakan satu roket Long March 6 yang lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan di Provinsi Shanxi.
Ini adalah roket ke-351 dari seri Long March yang dikembangkan sendiri oleh China.
Pada September, China meluncurkan satelit maritim ketiganya ke luar angkasa dan juga telah mengirim satelit observasi, Gaofen 11-02, ke orbit untuk membantu upaya pemetaan Belt and Road Initiative (BRI).
Sementara itu, Observatorium Astronomi Nasional China mengatakan akan membuka 500 meter Teleskop Radio Bulat Apertur, teleskop radio "piring tunggal" terbesar di dunia, untuk penelitian ilmuwan global tahun depan.
Observatorium itu akan mulai beroperasi penuh pada Januari 2021 setelah melewati serangkaian penilaian teknis dan kinerja.