Muhammad Abdullah Azzam
06 November 2020•Update: 07 November 2020
Ömer Koparan, Eşref Musa
HASAKAH, Suriah
Organisasi teroris YPG/PKK terus menjual minyak dari wilayah pendudukannya di Suriah atas dukungan Amerika Serikat (AS), kepada rezim Bashar al-Assad, yang mendapatkan sanksi AS.
Menurut informasi yang diperoleh koresponden Anadolu Agency dari lapangan, organisasi teroris tersebut rata-rata menjual 500 truk minyak setiap hari ke wilayah rezim Assad.
Setidaknya terjadi transaksi perdagangan sekitar 15 ribu truk berisi minyak antara organisasi tersebut dengan rezim Assad selama sebulan terakhir.
Reporter Anadolu Agency merekam gambar tanker minyak milik kepala milisi dan anggota parlemen Hussam Qatirji di wilayah yang diduduki oleh organisasi teroris tersebut.
Qatirji termasuk dalam daftar sanksi AS dan bertanggung jawab atas perdagangan rezim dengan organisasi teroris YPG/PKK.
Kapal tanker yang mengangkut minyak dari wilayah Rumaylan yang diduduki YPG/PKK terlihat di tiga titik berbeda di bawah pendudukan organisasi tersebut, yakni Tal Tamir, Ayn Isa dan Raqqa.
Dalam gambar tersebut, nampak kapal tanker yang membawa minyak dari wilayah YPG/PKK ke wilayah rezim Assad ditemani oleh kendaraan lapis baja Rusia.
Sekutu AS terus langgar hukum AS
Organisasi teroris YPG/PKK yang merupakan "sekutu" AS terus melanggar undang-undang AS dengan menjual minyak ke rezim Assad dan melakukan perdagangan dengan Hussam Qatirji, yang terdaftar dalam list sanksi Departemen Keuangan AS.
Menurut "Undang-Undang Perlindungan Sipil Suriah Caesar” yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump pada 21 Desember lalu dan diberlakukan pada 17 Juni 2020, otoritas AS menjatuhkan sanksi terhadap pihak yang membantu rezim mengembangkan produksi minyak dalam negeri dan terlibat dalam hubungan perdagangan dengan rezim.
AS mengancam individu dan institusi yang melanggar UU tersebut dengan sanksi seperti larangan perjalanan, pembekuan aset di AS, dan larangan transaksi keuangan apa pun dengan negara dan perusahaan lain.
Masih belum diketahui apakah AS akan menjatuhkan sanksi terhadap YPG/PKK yang telah melanggar UU AS tersebut.
Kekurangan bahan bakar terus berlanjut di wilayah rezim
Rezim Assad dapat memenuhi kebutuhan bahan bakarnya dengan menyaring minyak yang diambilnya sebelum perang saudara, tetapi kini mereka sudah lama mengalami krisis bahan bakar sejak pendudukan ladang minyak oleh organisasi teroris Daesh dan kemudian jatuh ke tangah organisasi teroris YPG/PKK.
Masalah bahan bakar dan gas semakin parah di kota Aleppo, Latakia, Damaskus dan Hama yang berada di bawah kendali rezim Assad.