Astudestra Ajengrastrı
03 Agustus 2018•Update: 04 Agustus 2018
Murat Temizer
ANKARA
Pipa gas alam Nord Stream 2, yang recananya akan mengalirkan gas alam dari Rusia ke Jerman melalui Laut Baltik, akan membawa lebih banyak kerugian ketimbang keuntungan bagi Eropa Timur, kata Sekretaris Negara untuk Energi dan Kebijakan Iklim Hungaria Peter Kaderjak, Jumat.
Menurut harian Daily News Hungary, Kaderjak mengatakan pipa yang melewati Rumania-Hungaria-Slovakia dan Austria adalah opsi lebih baik dan menjanjikan.
Sejak pengumuman pertama proyek Nord Stream 2, Hungaria selalu menyatakan dukungan dan tak pernah menyuarakan keberatan, sampai saat ini.
Sekarang, Kaderjak mengatakan bahwa, "Dengan Nord Stream 2, Hungaria harus membayar lebih mahal."
Kaderjak juga menambahkan bahwa pengiriman gas akan jadi paling murah bila melewati rute Ukraina -- rute yang lebih dipilih Hungaria.
Banyak negara-negara Eropa seperti Czechia, Lithuania, Polandia dan Ukraina menentang proyek yang bertujuan mengangkut 55 miliar meter kubik gas alam Rusia ke Jerman, mengatakan bahwa proyek ini akan menambah monopoli Rusia ke pasar energi Eropa.
Pada akhir Juni, Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto berkata kepada Kantor Berita Sputnik bahwa Uni Eropa menerapkan standar ganda kepada Nord Stream 2, dengan menyetujui dibangunnya proyek gas lain di Eropa, seperti TurkStrewam, namun menolak pembangunan Nord Stream 2.
"Kami bukan bagian dari proyek itu, tapi kami tidak bisa menolaknya. Namun kami bisa berkata bahwa ada standar ganda yang tidak bisa diterima," kata menteri itu.