Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 Agustus 2018•Update: 03 Agustus 2018
Ahmed Dursun
ANKARA
Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengutuk keputusan Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada dua menteri Turki sebagai balasan atas penahanan seorang pastor Amerika yang didakwa terlibat terorisme di Turki.
"Sanksi AS kepada 2 menteri Turki - yang merupakan sekutu - menggambarkan kebijakan tekanan dan pemerasan jangka panjang pemerintah AS," cuit Zarif di Twitter pada Kamis.
Sang menteri luar negeri menekankan bahwa AS telah menjadi "negara yang tidak dapat diandalkan" bahkan untuk sekutu NATO-nya setelah menerapkan sanksi terhadap Turki.
"Kami sekarang berada pada titik di mana bahkan sekutu AS tidak akan percaya," kata Zarif yang tiba di Singapura untuk menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN.
"Kemarin AS menjatuhkan sanksi kepada menteri-menteri sebuah negara anggota NATO, ini merupakan tindakan mencampuri urusan dalam negeri sebuah negara," kata menteri luar negeri Iran kepada kantor berita IRNA.
Pada Rabu malam, Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders berkata AS telah menjatuhkan sanksi kepada menteri dalam negeri Turki Suleyman Soylu dan menteri kehakiman Abdulhamit Gul karena tidak membebaskan Pastor Amerika Andrew Craig Brunson, yang ditahan karena dakwaan terorisme di Turki.
Brunson didakwa atas tindakan mata-mata untuk PKK -- kelompok yang telah dinyatakan sebagai teroris oleh AS dan Turki -- dan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok teror yang menjadi dalang kudeta gagal di Turki pada Juli 2016, yang menewaskan 251 orang.
Ankara juga menuduh FETO berada di belakang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki.