Behlül Çetinkaya
21 Mei 2026•Update: 21 Mei 2026
Inggris memanggil Kuasa Usaha Kedutaan Besar Israel di London ke Kementerian Luar Negeri setelah muncul rekaman perlakuan aparat keamanan Israel terhadap aktivis Armada Global Sumud yang memicu kecaman internasional.
Kementerian Luar Negeri Inggris dalam pernyataan tertulisnya menegaskan keputusan tersebut diambil setelah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir membagikan “video provokatif” terkait para aktivis yang ditahan di Pelabuhan Ashdod.
“Inggris hari ini memanggil Kuasa Usaha Kedutaan Besar Israel di London menyusul video provokatif yang dibagikan Menteri Israel Itamar Ben-Gvir. Keputusan ini menunjukkan kecaman keras Inggris terhadap sikap yang mengejek peserta Armada Global Sumud,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Inggris.
Pemerintah Inggris menilai perlakuan terhadap para aktivis melanggar standar dasar penghormatan dan martabat manusia.
Dalam pernyataan itu, Inggris juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi penahanan para aktivis sebagaimana terlihat dalam rekaman video tersebut.
London mengatakan pihaknya telah meminta penjelasan dari otoritas Israel terkait perlakuan terhadap para aktivis.
Pemerintah Inggris juga menilai upaya armada tersebut untuk mengirim bantuan kemanusiaan menunjukkan seriusnya situasi kemanusiaan di Gaza.
“Israel harus memastikan lebih banyak bantuan dapat melewati perbatasan darat secara aman dan dalam jumlah yang memadai,” demikian isi pernyataan tersebut.
Inggris juga menyebut pihaknya terus berkomunikasi dengan para aktivis warga negara Inggris dan keluarga mereka untuk memberikan bantuan.
Sebelumnya, Ben-Gvir membagikan video di media sosial yang memperlihatkan dirinya mendatangi Pelabuhan Ashdod, tempat aktivis Armada Global Sumud ditahan.
Dalam rekaman tersebut, seorang aktivis perempuan terdengar meneriakkan “Bebaskan Palestina” sebelum aparat Israel menjatuhkannya ke tanah.
Pada saat yang sama, Ben-Gvir terdengar mengatakan, “Memang harus dilakukan seperti ini.”