Fekry Abdeen, Mohammad Sio
29 September 2026•Update: 29 September 2026
Sebuah kapal terbakar setelah terkena proyektil tak dikenal saat melintasi Selat Hormuz pada Senin malam, menurut badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) pada Selasa.
“Api telah berhasil dipadamkan dan kapal kembali melanjutkan pelayaran. Seluruh awak dalam kondisi aman,” kata UKMTO dalam sebuah pernyataan.
UKMTO mengatakan sejauh ini tidak ada laporan mengenai dampak terhadap lingkungan maupun hasil penilaian kerusakan kapal.
Badan tersebut tidak memberikan informasi mengenai tujuan kapal, muatan, kepemilikan, maupun bendera kapal.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Insiden itu terjadi di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terkait pelayaran melalui Selat Hormuz, salah satu jalur penting bagi pasokan energi dan komoditas global.
Angkatan bersenjata Iran pada Minggu mengatakan telah mencegat 19 kapal dalam dua hari setelah kapal-kapal tersebut diduga berusaha melintasi Selat Hormuz di luar jalur pelayaran yang ditetapkan Teheran.
Selat Hormuz menjadi salah satu isu utama dalam perundingan antara Teheran dan Washington, dengan kedua pihak memiliki posisi berbeda mengenai pengendalian dan pengelolaan pelayaran melalui jalur perairan tersebut.
Pada Februari, AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran. Teheran membalas dengan serangan terhadap Israel dan sejumlah target AS di kawasan sebelum kesepakatan gencatan senjata dicapai pada April.
Washington dan Teheran kemudian menandatangani nota kesepahaman pada Juni mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Namun, implementasi kesepakatan tersebut terhenti akibat perbedaan pandangan terkait keamanan di jalur perairan strategis itu, sementara ketegangan antara kedua pihak terus meningkat.