Merve Berker
14 Agustus 2026•Update: 14 Agustus 2026
Ketua Parlemen Turkiye Numan Kurtulmus menyerukan agar pemimpin Gerakan Ennahda sekaligus mantan Ketua Parlemen Tunisia Rached Ghannouchi yang dipenjara segera mendapatkan perawatan medis secara penuh serta dibebaskan dengan tetap menjunjung kondisi yang manusiawi.
Kurtulmus melalui platform media sosial Turkiye, NSosyal, pada Kamis mengatakan dirinya terus mengikuti secara dekat perkembangan kondisi Ghannouchi, yang disebutnya sebagai salah satu tokoh simbolis dalam perjuangan untuk perdamaian, demokrasi, dan solidaritas.
Ia mengatakan Ghannouchi telah mengakhiri aksi mogok makan dan mogok minum obat atas permintaan tim medis yang memantau kondisi kesehatannya.
"Dengan mempertimbangkan usianya yang lanjut dan masalah kesehatan yang telah ada, keseriusan kondisi Ghannouchi tidak boleh diabaikan," kata Kurtulmus.
Kurtulmus menggambarkan Ghannouchi sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya bagi masa depan rakyat Tunisia, kebebasan, keadilan, dan demokrasi.
Menurut dia, Ghannouchi tetap mempertahankan nilai-nilai yang diyakininya serta perjuangan demokrasinya meski menghadapi tekanan, pengasingan, dan pemenjaraan.
Kurtulmus mengatakan Ghannouchi memperoleh pengakuan luas, baik di Tunisia maupun di tingkat internasional, melalui sikap demokratisnya selama masa transisi, latar belakang intelektualnya yang kuat, serta pemikiran-pemikirannya.
"Sebagai cerminan ikatan persaudaraan yang telah mengakar antara rakyat Turkiye dan Tunisia, saya menyampaikan harapan agar ia segera pulih dan kembali mendapatkan kesehatannya secepat mungkin," ujar Kurtulmus.
"Harapan terbesar kami adalah agar ia mendapatkan dukungan medis yang diperlukan secara penuh, memperoleh kondisi yang adil dan manusiawi sebagaimana dituntut oleh martabat manusia, serta dibebaskan," tambahnya.
Ghannouchi, mantan ketua parlemen yang dibubarkan oleh Presiden Tunisia Kais Saied, telah berada di penjara sejak ditangkap pada 17 April 2023.
Pengadilan memerintahkan penahanannya dalam perkara terkait pernyataan yang dikaitkan dengannya dengan tuduhan "menghasut terhadap keamanan negara."
Ghannouchi kemudian dijatuhi hukuman penjara dalam sejumlah perkara lainnya, tetapi ia menolak tuduhan tersebut dan menyebutnya bermotif politik.